KediriNews.com – Produk Lokal Kediri di Pameran Unik: Kualitas Ekspor dengan Harga Rakyat

Kediri, kota yang dikenal sebagai pusat penghasil berbagai produk lokal berkualitas, kembali menunjukkan keunggulannya dalam pameran dagang nasional. Salah satu contohnya adalah Tahu Kuning Kediri, yang tidak hanya memiliki rasa lezat dan tekstur unik, tetapi juga mampu bersaing di pasar ekspor. Dalam pameran Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) ke-35 tahun ini, produk lokal Kediri menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar global tanpa mengorbankan harga yang terjangkau bagi rakyat.

Sejarah Tahu Kuning Kediri bermula sejak tahun 1900, ketika tiga imigran Tiongkok memperkenalkan teknik pembuatannya. Mereka adalah Lauw Soe Hoek, Liem Ga Moy, dan Kaou Loung. Proses pembuatan tahu ini sangat spesifik, mulai dari pemilihan air yang mirip dengan kondisi di Tiongkok hingga penggunaan kunyit untuk memberi warna kuning alami. Hasilnya, tahu ini memiliki tekstur kenyal, lembut, dan gurih, serta tahan hingga dua minggu tanpa bahan pengawet.

Proses Pembuatan Tahu Kuning Kediri dengan Kunyit

Salah satu produsen ternama Tahu Kuning Kediri adalah Pak Gatot Siswanto. Ia telah membuat tahu sejak tahun 1990 dan masih menjaga tradisi tersebut hingga saat ini. Setiap hari, ia membutuhkan sekitar 200 kg kedelai untuk produksi. Proses pembuatannya melibatkan perendaman, pencucian, penggilingan, dan penyaringan kedelai sebelum dicetak dan direndam kunyit. Hasilnya, tahu ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki daya tahan yang baik.

Tahu Kuning Kediri yang Disajikan dalam Pameran

Pameran TEI-VE ke-35 menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha lokal seperti Pak Gatot untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar internasional. Menurut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pameran ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong ekspor nasional dengan memanfaatkan teknologi digital. “TEI-VE ke-35 diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global di masa pandemi,” ujarnya.

Selain itu, pameran ini juga menjadi sarana untuk membangun jejaring bisnis dan investasi. Tercatat hingga 10 November 2020, sebanyak 3.870 buyers dari 109 negara telah mendaftar, baik secara langsung maupun daring. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk-produk unggulan Indonesia, termasuk Tahu Kuning Kediri.

Tidak hanya dalam pameran dagang, produk lokal Kediri juga hadir dalam program Pasar Murah yang digelar oleh Pemprov Jawa Timur. Di sini, warga dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga lebih murah dari pasaran. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM Kediri untuk dikenal lebih luas.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah, diharapkan perekonomian warga bisa bergerak lebih cepat. Ketika produk lokal semakin banyak dipilih masyarakat, maka kesejahteraan pelaku usaha kecil juga ikut meningkat.

Produk lokal Kediri, seperti Tahu Kuning, menunjukkan bahwa kualitas ekspor tidak harus mahal. Dengan harga yang terjangkau, produk ini mampu bersaing di pasar global sambil tetap menjaga keistimewaan lokal. Ini adalah bukti bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan bersama, menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi semua pihak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *