Di tengah keramaian pasar tradisional, tak banyak orang yang menyangka bahwa seseorang yang menjajakan es lilin bisa memiliki kisah hidup yang luar biasa. Di Kediri, seorang penjual es lilin ternyata memiliki latar belakang yang tidak terduga—dia adalah seorang penulis buku best seller yang telah menginspirasi banyak orang.
Seorang pria bernama Maxs Sanam, yang dulu dikenal sebagai penjual es lilin, kini menjadi sosok yang sangat dihormati dalam dunia pendidikan dan kepenulisan. Dari perjalanan hidupnya yang penuh dengan tantangan, dia berhasil meraih kesuksesan melalui ketekunan dan semangat belajar.
Maxs Sanam, yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), pernah menjalani masa kecil yang sulit. Dari berjualan kue hingga es lilin, ia tak pernah berhenti berjuang demi memperbaiki nasib keluarganya. Kisah hidupnya ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk para pelajar dan mahasiswa.

Dalam buku yang berjudul “Sang Dirigen Undana Unggul”, kisah hidup Maxs Sanam diungkap secara lengkap. Buku ini merupakan biografi tentang perjalanan karier dan pengabdian Prof. Dr. drh. Maxs Sanam, M.Sc, yang kini menjadi guru besar dan rektor universitas ternama. Buku ini juga diterbitkan oleh Kompas Gramedia dan diluncurkan di newsroom Pos Kupang pada 12 Desember.
“Kisah hidup saya dari berjualan kue dan es lilin hingga menjadi rektor dan guru besar menginspirasi kita semua,” ujar Maxs Sanam saat membuka bukunya. Ia menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh Undana dan Pos Kupang, yang memberinya hadiah istimewa berupa buku yang menceritakan perjalanan hidupnya.
Buku ini juga menjadi momen penting untuk mengajarkan kepada anak-anak muda bahwa meskipun berasal dari kondisi ekonomi yang terbatas, mereka tetap bisa meraih cita-cita dengan bekerja keras, bekerja cerdas, dan berdoa.

Selain itu, kisah hidup Maxs Sanam juga mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan. Dalam bukunya, ia menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. “Melalui pendidikan, kita bisa mengubah nasib diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Kehidupan Maxs Sanam juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah. Meski sempat menghadapi kesulitan, ia tetap bertekad untuk terus belajar dan berkembang. Kini, ia tidak hanya sukses sebagai akademisi, tetapi juga sebagai penulis yang telah menghasilkan buku best seller.
Kisah hidup Maxs Sanam ini menjadi contoh nyata bahwa siapa pun bisa meraih kesuksesan, asalkan memiliki semangat dan tekad yang kuat. Dari penjual es lilin hingga penulis buku best seller, perjalanan hidupnya mengajarkan kita bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil.





