Pada hari Jumat, 18 Desember 2025, warga Kediri kembali digemparkan oleh fenomena aneh yang terjadi di Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Sejumlah sumur milik warga tiba-tiba ambles, memicu kekhawatiran dan rasa was-was di kalangan masyarakat setempat. Peristiwa ini mengingatkan kembali akan peristiwa serupa yang terjadi beberapa tahun silam, namun kali ini, kejadian tersebut terjadi dalam skala yang lebih besar dan menimbulkan kegundahan baru.
Menurut laporan awal dari pihak desa, sekitar 60 sumur di tiga dusun yaitu Dusun Nanas, Dusun Dorok, dan Dusun Jambean mengalami ambles. Beberapa sumur bahkan hampir sepenuhnya tertutup oleh tanah, menyisakan lubang besar yang berbahaya. Kejadian ini terjadi secara bertahap, dimulai dari satu sumur yang tiba-tiba ambles, kemudian disusul oleh puluhan sumur lainnya.

Sutikno, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. “Sejak kemarin saya sudah mulai bingung gimana ini dapat air bersih, saya minta tetangga, tetangga juga amblas sumurnya, akhirnya ya minta tetangga yang agak jauh ditambah beli air mineral di toko mas,” ujar Sutikno.
Peristiwa amblesnya sumur ini tidak hanya membuat warga khawatir tentang kebutuhan air bersih, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak fisik terhadap bangunan dan lingkungan sekitar. Banyak warga mengeluhkan adanya retakan pada fondasi rumah mereka, serta tanah yang tergerus akibat amblesnya sumur.
Masykuri Iksan, Wakil Bupati Kediri, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah telah segera merespons dengan meminta bantuan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan penelitian dan analisis penyebab dari fenomena ini. “Kita mintakan tim ahli dari PVMBG untuk melakukan penelitian,” ujarnya.
Pihak BPBD Kabupaten Kediri juga telah melakukan pendataan jumlah sumur yang ambles. Menurut data sementara, sedikitnya ada 60 sumur yang mengalami ambles dan longsor. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan terjadinya peristiwa serupa.
Selain itu, pihak pemerintah desa dan pemerintah kabupaten juga telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan pengadaan air bersih kepada warga yang terdampak. “Kita akan membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga,” ujar Masykuri.
Warga setempat diminta untuk tetap tenang dan menjauhi area yang terkena dampak amblesnya sumur. Selain itu, pihak pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan segera melaporkan kondisi terkini jika ada sumur yang terancam ambles.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat Kediri untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di wilayah yang memiliki kontur tanah yang rentan terhadap perubahan geologis. Meski penyebab pasti masih dalam penelitian, kejadian ini mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam yang baik.





