KediriNews.com – Proyek pembangunan gorong-gorong di Kecamatan Kota, yang seharusnya memperbaiki sistem drainase dan mengurangi risiko banjir, justru menjadi sumber kekacauan setelah galian lubang yang dilakukan menimbulkan kemacetan parah di wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada 9 Desember 2025, dan telah memicu keluhan dari warga sekitar serta para pengendara yang terjebak dalam kemacetan.
“Awalnya kami berharap proyek ini akan membantu meringankan masalah banjir, tapi justru malah membuat jalan semakin sempit dan macet,” ujar Budi, salah satu warga setempat yang mengeluhkan kondisi jalan di sekitar lokasi proyek. Ia menambahkan bahwa banyak kendaraan roda dua dan empat terjebak di jalanan sempit akibat pekerjaan yang tidak terkoordinasi dengan baik.
Pembangunan gorong-gorong ini dilakukan sebagai bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur drainase di kawasan perkotaan. Namun, pelaksanaannya dinilai kurang efisien, sehingga menyebabkan gangguan besar bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Menurut informasi yang diperoleh dari sumber lokal, proyek ini sedang dalam tahap pengerjaan oleh kontraktor swasta, namun tidak ada koordinasi yang jelas antara pihak kontraktor dan dinas terkait.
- Kemacetan Akibat Pekerjaan yang Tidak Terencana
- Galian lubang yang dilakukan tanpa adanya penandaan yang jelas membuat pengendara terjebak.
- Jalanan sempit dan tidak tersedianya jalur alternatif memperparah situasi.
-
Pengguna jalan harus melalui jalur sempit yang sering kali tidak aman.
-
Keluhan Warga dan Pengendara
- Warga mengeluhkan dampak lingkungan dan kesulitan dalam beraktivitas.
- Pengendara motor dan mobil mengalami keterlambatan hingga beberapa jam.
-
Beberapa kendaraan terpaksa diparkir di pinggir jalan karena tidak bisa melewati area yang sempit.
-
Koordinasi yang Kurang Efektif
- Pihak kontraktor tidak memberikan informasi secara transparan kepada warga.
- Dinas terkait tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap proses pengerjaan.
- Tidak ada tindakan cepat dari pihak berwenang untuk mengatasi kemacetan.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pihak kecamatan telah melakukan komunikasi dengan kontraktor dan dinas terkait. “Kami sedang memantau situasi dan berusaha agar pekerjaan dapat dilanjutkan dengan lebih teratur,” kata Kepala Seksi Infrastruktur Kecamatan Kota, Suryadi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai rencana dan tidak lagi mengganggu kehidupan warga.
Namun, warga tetap meminta agar pihak pemerintah lebih proaktif dalam mengelola proyek infrastruktur seperti ini. “Kita harap pemerintah bisa lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat saat melakukan pembangunan,” tambah Budi.

Proyek gorong-gorong di Kecamatan Kota menjadi contoh pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan infrastruktur. Meskipun tujuannya baik, jika pelaksanaannya tidak terkoordinasi, maka dampak negatifnya justru akan dirasakan oleh masyarakat. Dengan demikian, diperlukan keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk warga, untuk memastikan bahwa proyek-proyek seperti ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.





