Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri akan menggelar lomba desa wisata terbaik pada 17 Desember 2025. Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memotivasi dan mengapresiasi desa-desa yang mampu mengoptimalkan potensi alam, kearifan lokal, serta pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
Lomba ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi desa-desa untuk meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat kemandirian dan keberdayaan masyarakat melalui pembangunan berbasis desa wisata. Dengan adanya lomba ini, Pemkab Kediri ingin menciptakan desa wisata yang memiliki standar pengelolaan yang terukur, serta mampu menjaga keaslian dan keunikan budaya setempat.
Kategori dan Mekanisme Pelaksanaan
Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) Tahun 2025 terbagi dalam dua kategori, yaitu:
- Kategori I: Desa Sangat Tertinggal/Tertinggal/Berkembang
- Kategori II: Desa Maju/Mandiri
Selain itu, ada juga kategori khusus seperti Poster, Video Review, Fotografi, serta penghargaan untuk Influencer Inspiratif, Tokoh Inspiratif, dan Mitra Peduli Desa Wisata.
Peserta lomba harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain memiliki legalitas sebagai desa wisata (minimal Surat Keputusan Kepala Desa), memiliki peraturan desa tentang BUM Desa/BUM Desma, dan belum pernah menjadi pemenang Peringkat I, II, atau III pada event nasional serupa dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Proses pelaksanaan lomba terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, presentasi, verifikasi lapangan, hingga penetapan pemenang. Setelah semua tahapan selesai, pemenang akan diumumkan dalam acara “Apresiasi Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2025”.

Dukungan dan Partisipasi Masyarakat
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo, menyampaikan bahwa potensi desa wisata di Kediri cukup beragam dengan keunikan dan keindahan yang dimiliki. Ia menekankan pentingnya pelestarian alam dan budaya sebagai bentuk penerapan pariwisata berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan memunculkan desa wisata yang memiliki standar-standar pengelolaan terukur, meningkatkan daya saing sesuai dengan keaslian, keunikan, dan keindahan potensi masing-masing,” ujarnya.
Adi juga menyebutkan bahwa Pemkab Kediri telah melakukan sosialisasi kepada desa-desa wisata di wilayah Kabupaten Kediri. Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan tata kelola desa wisata, terutama untuk desa-desa yang berada di sekitar pembangunan bandara Kediri.

Harapan dan Tujuan
Acara lomba ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan desa wisata. Dengan adanya lomba, diharapkan desa-desa bisa lebih aktif dalam mempromosikan potensi wisata mereka, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebelumnya menyebut sektor pariwisata harus bersiap menghadapi beroperasinya bandara pada Oktober 2023. Ia berharap keragaman desa wisata dapat menguatkan sektor pariwisata di Kabupaten Kediri supaya lebih maju.
Dengan lomba desa wisata terbaik pada 17 Desember 2025, Pemkab Kediri menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan wisata berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya dan lingkungan setempat.





