KediriNews.com – Aksi viral komunitas Kediri yang memberi makan kucing liar di jalanan pada 15 Desember 2025 menjadi perhatian publik, terutama setelah sejumlah kegiatan sosial serupa dilakukan oleh individu dan organisasi lokal. Salah satu tokoh yang dikenal peduli terhadap kesejahteraan hewan adalah Aipda Andik Puji Sumartono, anggota Polres Kediri Kota, yang telah menjalankan panti kucing gratis selama satu tahun.

Aksi bakti sosial ini tidak hanya melibatkan polisi yang memiliki kepedulian terhadap kucing liar, tetapi juga menunjukkan keberadaan komunitas lokal yang aktif dalam mengangkat isu kesejahteraan hewan. DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Kediri juga turut serta dalam kegiatan serupa, dengan memperkuat pesan bahwa organisasi seperti GRIB hadir sebagai bentuk pelayanan masyarakat, bukan premanisme.

Ketua DPC GRIB Jaya Kota Kediri, Basuki, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk pengawalan keluhan masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab. “GRIB hadir untuk membantu masyarakat. Jika ada persoalan, kami siap mengawal. Kegiatan ini murni bakti sosial,” ujarnya.

Aipda Andik Puji Sumartono merawat kucing di panti kucing gratis

Andik Puji Sumartono, yang dikenal sebagai pecinta kucing, telah menjalankan panti kucing gratis di ruangan toko hewan miliknya sejak 2025. Panti ini menampung lebih dari 100 ekor kucing, baik yang telantar maupun kucing yang dititipkan pemiliknya karena tidak mampu memeliharanya. “Daripada dibuang, lebih baik kucing ditaruh di sini. Tidak dipungut biaya, yang penting kucing dalam keadaan sehat,” kata Andik.

Dalam pengelolaannya, Andik tidak membuka donasi dan sepenuhnya membiayai kebutuhan makanan hingga perawatan hewan dari kantong pribadi. Ia menyisihkan sebagian gajinya dan hasil usaha pet shop miliknya untuk memenuhi kebutuhan kucing-kucing di panti tersebut. “Saya hanya ingin mereka tetap hidup sehat tidak terlantar di jalan,” ujarnya.

Kucing liar mendapatkan makanan di jalanan Kediri

Selain merawat, Andik juga membuka kesempatan adopsi bagi warga yang bersedia memelihara kucing liar. Ia bahkan memberikan garansi pengobatan bagi kucing yang diadopsi dari tempat penampungannya. “Harapan saya, tidak ada lagi warga yang tega membuang atau menyiksa kucing liar di luar sana,” tuturnya.

Aksi-aksi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat Kediri semakin sadar akan pentingnya perlindungan hewan, khususnya kucing liar yang sering kali terabaikan. Komunitas dan individu seperti Andik serta GRIB Jaya Kota Kediri menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan hewan bisa diwujudkan melalui aksi nyata, tanpa memandang status sosial atau jabatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *