KediriNews.com – Viral Wisata Religi di Kediri: Padatnya Peziarah pada Akhir Tahun 15 Desember 2025

Ribuan peziarah memadati Gereja Santa Maria Puhsarang di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, menjelang perayaan Natal 2025. Momentum ini menjadi salah satu titik puncak kunjungan ke gereja tertua di Jawa Timur yang kembali menjadi magnet bagi umat Katolik dan peziarah lintas daerah.

Gereja Puhsarang, yang berada di kawasan teduh dan hening, sering dipilih oleh umat untuk berdoa, berziarah, serta mengungkapkan rasa syukur menjelang hari besar keagamaan. Pada tahun ini, jumlah kunjungan peziarah dari luar daerah seperti Surabaya meningkat secara signifikan.

Erna Lani, peziarah asal Surabaya, mengaku baru pertama kali mengunjungi Gereja Puhsarang bersama keluarganya untuk menyambut Natal 2025. Ia menilai kunjungan ini sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Bunda Maria.

“Tujuan kami keluarga, saya, mama saya, juga anak saya istilahnya untuk hari Natal 2025 ini, kita mengucapkan puji syukur kepada Bunda Maria. Karena Bunda Maria kan sudah melahirkan Yesus Kristus ya ke dunia ini untuk kita semua,” ujarnya.

Peziarah di Gereja Puhsarang Kediri Natal 2025

Lani juga mengungkapkan bahwa suasana Puhsarang memberikan ketenangan batin yang mendalam. “Kita ngerasa adem kali ya jiwanya dan kita juga pengen mengucapkan puji syukur deh, bersyukur untuk segalanya. Luar biasa sih, happy saya,” katanya.

Kompleks ziarah ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Santuarium Santa Maria Puhsarang, yang lebih dikenal sebagai Gereja Puhsarang, berdiri di atas kawasan seluas kurang lebih 10 hektare. Area ini mencakup gereja utama, Goa Maria, pendopo, makam para romo dan uskup, penginapan, serta fasilitas pendukung peziarahan lainnya.

Berdasarkan catatan sejarah, Gereja Santa Maria Puhsarang mulai dibangun pada era 1930-an dan diresmikan pada tahun 1936. Pembangunannya diprakarsai oleh Romo Jan Wolters CM, misionaris asal Belanda, bekerja sama dengan arsitek ternama Henri MacLaine Pont, perancang Museum Trowulan pada masa Hindia Belanda.

Sejarah Gereja Puhsarang Kediri

Selain Gereja Puhsarang, Kediri juga memiliki destinasi wisata religi lainnya yang menarik minat peziarah. Namun, Gereja Puhsarang tetap menjadi pusat perhatian karena nilai spiritual dan sejarah yang melekat di dalamnya.

Peningkatan jumlah peziarah di akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa wisata religi di Kediri semakin diminati. Tidak hanya sebagai tempat berdoa, Gereja Puhsarang juga menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat yang ingin merayakan Natal dengan cara yang penuh makna dan kebersamaan.

Kediri News akan terus memantau perkembangan wisata religi di wilayah ini dan memberikan informasi terbaru bagi para pembaca.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *