Sebuah video yang menampilkan aksi tawuran antar pelajar di Kabupaten Kediri kembali menghebohkan media sosial. Insiden ini terjadi di lapangan umum dekat kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) pada hari Jumat, 16 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Video tersebut memicu kekhawatiran masyarakat dan membuat aparat kepolisian turun tangan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun oleh KediriNews.com, sejumlah remaja yang diduga sedang bersiap melakukan tawuran diamankan oleh polisi setelah warga melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar area SLG. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi berhasil mengamankan 22 pelaku yang mayoritas masih berusia belasan tahun. Mereka ditemukan membawa alat-alat seperti knuckle, double stick, dan tongkat besi.
Kapolsek Ngasem, Iptu Ardian Wahyudi, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan patroli rutin di sepanjang kawasan SLG. “Awalnya kami mendapat laporan dari masyarakat yang merasa resah atas keberadaan segerombolan pemuda yang mengganggu ketenangan lingkungan,” ujar Ardian kepada wartawan.

Dalam proses penangkapan, polisi juga melakukan koordinasi dengan Tim Resmob, Sabhara, dan Sat Intel Polsek Ngasem. Menurut Ardian, para pelaku tidak membawa senjata tajam, tetapi mereka telah mengakui rencana tawuran yang akan dilakukan.
“Kami langsung melakukan pemanggilan orang tua masing-masing pelaku dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut. Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap pergaulan anak-anak mereka,” tambahnya.
Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak tentang pentingnya pengawasan terhadap perilaku remaja, terutama di kawasan yang sering dijadikan tempat berkumpul. Selain itu, kejadian ini juga memperkuat kebijakan kepolisian dalam melakukan tindakan preventif terhadap tawuran pelajar.

Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib. Dengan adanya tindakan cepat dari aparat, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir dan keamanan di wilayah Kediri tetap terjaga.





