Ziarah Makam Tan Malaka di Kecamatan Semen Ramai pada 10 November 2025
KediriNews.com – Pada hari Jumat, 10 November 2025, masyarakat Kecamatan Semen di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali memadati makam Tan Malaka untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional. Ziarah ini menjadi momen penting dalam menghormati jasa tokoh perjuangan yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peziarah, termasuk para aktivis, siswa, dan warga setempat, hadir untuk menyalurkan rasa hormat dan mengenang semangat perjuangan sang pahlawan.
“Setiap tahun, kami datang ke sini untuk mengingat perjuangan Tan Malaka. Ia adalah contoh nyata dari seorang pejuang yang tidak hanya melawan penjajahan, tetapi juga membawa ide-ide perubahan bagi bangsa,” kata salah satu peserta ziarah, Budi Suryadi, kepada wartawan.
Pemakaman Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi. Meskipun ia meninggal pada 1949, makamnya terus menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan. Ziarah tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan tema Hari Pahlawan 2025, “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” yang mencerminkan semangat keteladanan dan komitmen untuk terus berkembang.
- Sejarah Tan Malaka: Tokoh Pejuang yang Tak Terlupakan
Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 dari pasangan Rasad Caniago dan Sinah Sinabur. Ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui ide-ide sosialis dan komunis. Dalam perjalanan hidupnya, Tan Malaka sering kali dianggap sebagai ancaman oleh pihak-pihak tertentu, termasuk rezim Orde Baru yang menilainya sebagai antek komunis. Namun, upaya pemerintah Indonesia akhirnya memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Tan Malaka melalui Keputusan Presiden No. 53/1963.
Selama masa perjuangannya, Tan Malaka aktif dalam berbagai organisasi seperti Murba dan Gerilya Pembela Proklamasi. Ia juga menulis beberapa buku penting, salah satunya Madilog, yang menyampaikan pemikiran tentang persatuan dan perjuangan rakyat. Meski karyanya banyak dipengaruhi aliran kiri, kontribusinya terhadap pergerakan kemerdekaan tidak dapat dipandang remeh.
- Peristiwa Pemindahan Makam Tan Malaka
Makam Tan Malaka di Kediri sempat menjadi perhatian publik setelah bongkahan tanah dari makam tersebut dipindahkan ke Sumatera Barat pada tahun 2017. Pemindahan ini dilakukan atas dasar kepercayaan agama dan tradisi setempat. Warga Kediri memandang bahwa makam Tan Malaka harus dipindahkan agar bisa dihormati secara layak. Proses pemindahan ini dilakukan dengan prosesi yang cukup sakral, diiringi doa dan zikir bersama.
Meski makamnya sudah dipindahkan, makam asli di Desa Selopanggung tetap menjadi tempat ziarah yang penting. Di sana, warga masih merawat makam dengan baik dan menjadikannya sebagai pusat peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya.
- Perayaan Hari Pahlawan Tahun Ini
Tahun 2025 menjadi tahun spesial bagi peringatan Hari Pahlawan, karena tema yang diangkat yaitu “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Momen ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga ajang refleksi diri untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan di tengah tantangan modern.
Di Kecamatan Semen, acara ziarah disertai dengan pembacaan puisi, cerita sejarah, serta doa bersama. Para pemuda dan pelajar turut ambil bagian dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan masih hidup di kalangan generasi muda.
- Peran Makam Tan Malaka dalam Pendidikan Sejarah
Makam Tan Malaka tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi lokasi pendidikan sejarah bagi masyarakat. Sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Semen sering mengadakan kunjungan ke makam ini sebagai bagian dari program pembelajaran sejarah. Dengan begitu, generasi muda dapat lebih memahami perjuangan para pahlawan dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Selain itu, ada juga beberapa komunitas lokal yang aktif dalam melestarikan jejak sejarah Tan Malaka. Mereka melakukan penelitian, pameran, dan lomba menulis untuk memperkenalkan kisah hidup sang pahlawan kepada masyarakat luas.
- Harapan untuk Masa Depan
Dengan peringatan Hari Pahlawan yang kembali digelar, diharapkan semangat perjuangan Tan Malaka dapat menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam era yang penuh tantangan, nilai-nilai nasionalisme, keberanian, dan persatuan tetap menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa.
“Kita tidak perlu menjadi pahlawan dalam arti fisik, tapi kita bisa menjadi pahlawan dalam bentuk lain, seperti berkontribusi di bidang masing-masing,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Semen.

