KediriNews.com – Pada tanggal 5 Juli 2025, masyarakat Kecamatan Mojoroto kembali dibuat heboh oleh kehadiran sebuah jajanan tradisional yang menggabungkan rasa lezat dan sensasi unik. Kue Cubit setengah matang dengan lumer coklat menjadi sorotan utama dalam perayaan kuliner lokal tersebut. Dengan tekstur yang empuk di dalam dan sedikit renyah di pinggirnya, kue ini tidak hanya menarik perhatian anak-anak tetapi juga orang dewasa yang ingin merasakan sensasi makanan yang berbeda.
“Kue Cubit setengah matang lumer coklat adalah inovasi yang sangat menarik,” kata Siti Nurhaliza, seorang warga Mojoroto yang sudah mencoba kue tersebut. “Bagian tengahnya masih lembut dan meleleh, sementara bagian luarnya sedikit garing. Rasanya benar-benar istimewa.”
Menurut informasi yang diperoleh dari sumber lokal, penjual kue cubit di Mojoroto mulai memperkenalkan variasi baru ini sejak beberapa bulan terakhir. Dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas dan teknik memasak yang tepat, kue ini berhasil menarik banyak pengunjung. Banyak dari mereka mengatakan bahwa rasa coklat yang digunakan sangat kental dan tidak terlalu manis, sehingga cocok untuk semua kalangan.
Sejarah dan Perkembangan Kue Cubit
Kue Cubit memiliki sejarah panjang dalam dunia kuliner Indonesia. Awalnya, kue ini dikenal sebagai camilan sederhana yang sering dijual di dekat sekolah atau pasar tradisional. Namun, seiring waktu, kue ini berkembang menjadi salah satu jajanan favorit yang bisa ditemukan di berbagai daerah. Di Kecamatan Mojoroto, kue cubit tidak hanya menjadi camilan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya lokal yang dinikmati oleh masyarakat setempat.
Pengrajin kue cubit di Mojoroto memperhatikan detail dalam pembuatan kue. Mereka menggunakan adonan yang lembut dan campuran bahan alami seperti telur, gula, serta mentega. Untuk varian lumer coklat, mereka menggunakan coklat pekat yang dicampur dengan susu atau krim agar teksturnya lebih lembut dan meleleh saat dimakan.
Tips Memasak Kue Cubit Setengah Matang
Jika Anda ingin mencoba membuat kue cubit setengah matang sendiri di rumah, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
- Bahan-bahan yang Dibutuhkan
- Tepung terigu berprotein sedang (sekitar 200 gram)
- Gula pasir (sekitar 100 gram)
- Telur ayam (2 butir)
- Mentega cair (50 gram)
- Susu cair (100 ml)
- Baking powder (1 sendok teh)
-
Coklat pekat (50 gram)
-
Cara Membuat Adonan
Campurkan tepung terigu, gula, baking powder, dan telur dalam sebuah mangkuk. Tambahkan mentega cair dan susu secara bertahap sambil diaduk hingga adonan halus. Jika ingin varian coklat, masukkan coklat pekat yang telah dilelehkan ke dalam adonan. -
Memanggang Kue Cubit
Panaskan cetakan kue cubit di atas kompor. Tuangkan adonan secukupnya ke dalam cetakan. Panggang hingga permukaannya berwarna kecokelatan dan bagian tengahnya masih lembut. Sesuaikan tingkat kematangan sesuai selera. -
Penyajian
Kue cubit setengah matang sebaiknya disajikan hangat. Anda bisa menambahkan topping seperti meses, keju parut, atau selai sesuai preferensi.
Peran Kue Cubit dalam Budaya Lokal
Di Kecamatan Mojoroto, kue cubit setengah matang lumer coklat bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga menjadi simbol dari keragaman kuliner lokal. Dalam acara-acara tradisional atau pertemuan keluarga, kue ini sering kali hadir sebagai hidangan pembuka. Bahkan, banyak warga yang menyebutnya sebagai “kue nostalgia” karena rasanya yang mengingatkan pada masa kecil.
Selain itu, kue cubit juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Mojoroto. Banyak dari mereka yang datang hanya untuk mencicipi kue ini dan membawa pulang beberapa kotak sebagai oleh-oleh.
Kesimpulan
Kue Cubit setengah matang lumer coklat di Kecamatan Mojoroto pada 5 Juli 2025 menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih bisa menarik minat masyarakat modern. Dengan kombinasi rasa yang unik dan tekstur yang lembut, kue ini berhasil menempati hati para pecinta kuliner. Bagi yang ingin mencoba, kue ini bisa ditemukan di berbagai tempat penjualan di sekitar Mojoroto. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi makanan yang memadukan kenangan masa lalu dan inovasi masa kini.






