SHOLAT ISTISQA di Lapangan Kecamatan Gampengrejo pada 1 Desember 2025: Cara dan Makna Meminta Hujan

KediriNews.com – Pada hari Sabtu, 1 Desember 2025, warga Kecamatan Gampengrejo akan menggelar sholat istisqa di Lapangan Umum Kecamatan. Sholat yang dilakukan secara berjamaah ini menjadi bentuk doa umat Muslim untuk memohon turunnya hujan sebagai bentuk ikhtiar agar kondisi kekeringan bisa segera teratasi. “Sholat istisqa adalah bentuk pengharapan kepada Allah SWT agar menurunkan rahmat-Nya dalam bentuk hujan,” ujar Ustaz Amin, tokoh agama setempat.

Sholat istisqa merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dianjurkan ketika daerah mengalami kekeringan. Dalam tata caranya, sholat ini dilakukan tanpa azan dan iqamah, serta diiringi dengan bacaan doa khusus. “Sebelum sholat, kita dianjurkan berpuasa selama tiga hari berturut-turut, bertobat, dan bersedekah,” tambah Ustaz Amin. “Ini menjadi bagian dari persiapan spiritual agar doa kita lebih mudah dikabulkan.”

Berikut ini adalah tata cara sholat istisqa yang benar:

  1. Niat sholat istisqa dibaca sambil takbiratul ihram: “Ushalli sunnatal istisqa’i rak’ataini (imaaman/ma’muman) lillahi ta’ala.”
  2. Takbiratul ihram dilakukan sebanyak tujuh kali dalam rakaat pertama.
  3. Membaca ta’awudz dan doa iftitah.
  4. Membaca Al-Fatihah dan surah apapun.
  5. Ruku’ dan tuma’ninah.
  6. Sujud dua kali dan tuma’ninah.
  7. Kembali berdiri dan takbiratul ihram sebanyak lima kali dalam rakaat kedua.
  8. Membaca Al-Fatihah dan surah apapun.
  9. Ruku’ dan sujud seperti rakaat sebelumnya.
  10. Duduk tasyahud akhir.
  11. Membaca istighfar sebanyak sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua.

Warga mempersiapkan sholat istisqa di lapangan kecamatan

Doa setelah sholat istisqa juga sangat penting. Salah satu doa yang sering dibacakan adalah: “Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marī’an ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’iman.” Doa ini berarti: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami air hujan yang menolong, menyuburkan, bermanfaat, dan abadi.”

Pada pelaksanaan sholat istisqa di Gampengrejo, warga akan berkumpul di lapangan umum, menjaga kesopanan, dan mengikuti tata cara yang telah ditentukan. “Kita tidak boleh menggunakan pakaian yang berlebihan atau wewangian. Harus bersih dan sederhana,” jelas Ustaz Amin. “Ini sebagai bentuk penghormatan dan kerendahan hati kepada Allah SWT.”

Imam sholat istisqa membacakan doa di depan warga

Sholat istisqa memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk kepercayaan bahwa doa dan usaha manusia harus disertai dengan keyakinan kepada Tuhan. “Dengan melaksanakan sholat istisqa, kita menunjukkan bahwa kita percaya pada kekuasaan Allah dan mengakui bahwa segala sesuatu ada di tangan-Nya,” kata Ustaz Amin.

Selain itu, sholat istisqa juga menjadi ajang silaturahmi antar warga. Dengan berkumpul di tempat terbuka, warga dapat saling memperkuat ikatan kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kita semua adalah bagian dari masyarakat yang saling membutuhkan,” tambahnya.

Pelaksanaan sholat istisqa di Gampengrejo tahun ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Dengan doa dan usaha bersama, semoga kondisi alam dapat segera pulih dan kembali memberikan manfaat bagi seluruh makhluk hidup.

SholatIstisqa #Gampengrejo #Hujan #Doa #AgamaIslam #LapanganKecamatan #MintaHujan #TataCaraSholat #KepercayaanKepadaTuhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *