NAGASARI! Tepung Beras Pisang Manis di Kecamatan Kota pada 15 September 2025
KediriNews.com – Di tengah semangat memperkuat budaya lokal dan ekonomi kreatif, warga Kecamatan Kota akan merayakan peristiwa unik pada 15 September 2025. Acara yang diberi nama “NAGASARI! Tepung Beras Pisang Manis” ini akan menjadi ajang pameran kue tradisional yang menggabungkan teknik pengolahan klasik dengan inovasi modern. Dalam acara ini, masyarakat akan diajak untuk menikmati dan belajar cara membuat nagasari menggunakan tepung beras dan pisang manis, dua bahan utama yang sering digunakan dalam masakan nusantara.
Sejarah dan Makna Nagasari
Nagasari adalah salah satu jenis kue tradisional yang berasal dari Indonesia. Cara membuatnya cukup mudah, karena terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air, santan, gula, dan daun pandan untuk memberikan rasa dan aroma yang khas. Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil dan dikukus. Kue ini memiliki beberapa variasi, mulai dari warna putih hingga hijau, biru, dan merah, tergantung pada bahan pewarna alami seperti daun suji atau air dari bunga telang.
Banyak orang menyukai nagasari karena rasanya yang manis dan gurih, serta teksturnya yang kenyal. Kue ini sering dijadikan camilan atau makanan penutup dalam acara keluarga atau perayaan adat. Selain itu, nagasari juga sering dijual di pasar-pasar tradisional atau toko kue. Dengan acara “NAGASARI! Tepung Beras Pisang Manis”, masyarakat Kecamatan Kota tidak hanya akan menikmati kue tradisional ini, tetapi juga akan belajar bagaimana menghidupkannya kembali dalam bentuk inovatif.
Inovasi dalam Pengolahan Nagasari
Dalam acara ini, peserta akan diajarkan cara membuat nagasari dengan bahan utama tepung beras dan pisang manis. Pisang manis dipilih karena memiliki rasa yang manis alami dan tekstur yang lembut, sehingga cocok untuk dijadikan isian dalam kue nagasari. Teknik pengolahan yang digunakan akan menggabungkan metode tradisional dengan sentuhan modern, seperti penggunaan alat pengukus yang lebih efisien dan bahan-bahan organik.
Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam membuat nagasari pisang manis:
- Campurkan tepung beras dan tapioka dalam satu wadah dan aduk-aduk agar merata.
- Tambahkan gula dan garam ke dalam wadah dan aduk lagi.
- Masukkan santan setengah dulu dan aduk hingga merata.
- Tambahkan semua santan dan aduk hingga rata.
- Rebus adonan tadi dan tambahkan daun pandan.
- Jika terlihat mengental, matikan apinya dan tunggu hingga tidak terlalu panas.
- Siapkan pisang manis yang telah dipotong sesuai ukuran.
- Bersihkan daun pisang dan potong-potong untuk membungkus.
- Ambil adonan sedikit-sedikit ke daun pisang dan berikan potongan pisang sesuai selera.
- Tutup pisang dengan menambahkan adonan di atasnya, lalu bungkus dengan daun pisang.
- Kukus selama sekitar 40 menit hingga matang.

Masyarakat dan Pemerintah Mendukung Acara Ini
Acara “NAGASARI! Tepung Beras Pisang Manis” tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan semangat ekonomi kreatif di Kecamatan Kota. Banyak warga setempat yang antusias mengikuti acara ini, karena mereka melihat peluang bisnis baru dari pengembangan produk kue tradisional. Pemerintah setempat juga mendukung acara ini sebagai bagian dari program penguatan pariwisata dan budaya lokal.
Menurut salah satu tokoh masyarakat, acara ini bisa menjadi contoh nyata tentang bagaimana masyarakat dapat menjaga warisan budaya sambil menciptakan peluang ekonomi. “Dengan menghidupkan kembali tradisi membuat nagasari, kita juga bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kecamatan Kota,” ujarnya.

Peran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Selain sebagai ajang edukasi dan budaya, acara ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Pemkot Makassar dengan meluncurkan Calendar of Event City of Makassar 2025, Kecamatan Kota juga ingin menciptakan agenda tahunan yang dapat menarik minat wisatawan dan pelaku usaha.
Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat akan lebih memahami pentingnya menjaga warisan budaya lokal, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi yang ada. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Acara “NAGASARI! Tepung Beras Pisang Manis” pada 15 September 2025 akan menjadi momen penting bagi warga Kecamatan Kota. Selain sebagai ajang edukasi dan budaya, acara ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, masyarakat akan lebih memahami nilai-nilai budaya sambil menciptakan peluang bisnis baru. Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk melakukan hal serupa.