KediriNews.com – Masyarakat di wilayah Kecamatan Kota kembali berbahagia setelah mendengar kabar gembira tentang penyelenggaraan Operasi Katarak Gratis yang akan digelar di Rumah Sakit Bhayangkara pada 15 April 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi lansia yang kurang mampu. “Kami sangat berharap program ini dapat membantu masyarakat lanjut usia yang membutuhkan bantuan medis, terutama dalam hal penglihatan,” ujar salah satu petugas kesehatan di RS Bhayangkara.
Program Operasi Katarak Gratis bukan hanya sekadar layanan medis, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian negara terhadap kesejahteraan sosial. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Rehsos Lansia Kemensos Suratna, bahwa katarak adalah penyebab utama kebutaan di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 80 persen dari seluruh kasus kebutaan nasional. Dengan adanya operasi ini, para lansia diharapkan bisa kembali melihat dunia dengan jelas dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Tujuan dan Manfaat Operasi Katarak Gratis
Operasi Katarak Gratis memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
1. Meningkatkan kualitas hidup lansia dengan mengembalikan fungsi penglihatan mereka.
2. Mengurangi beban ekonomi keluarga lansia yang tidak mampu membayar biaya operasi.
3. Memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan inklusif bagi semua kalangan.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), rumah sakit, dan organisasi masyarakat. Tidak hanya itu, program ini juga menjadi bagian dari Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan sosial lansia.
Proses Pendaftaran dan Persyaratan
Untuk mengikuti Operasi Katarak Gratis, lansia harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:
– Berusia 60 tahun ke atas.
– Memiliki surat keterangan dari RT/RW atau kelurahan setempat.
– Melakukan pemeriksaan awal oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.
– Menunjukkan identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga.
Selain itu, peserta juga perlu mengikuti proses screening untuk menilai kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika dinyatakan layak, maka akan dilakukan operasi sesuai jadwal yang ditentukan.
Peran Komunitas dan Swasta
Tidak hanya pemerintah yang berperan dalam program ini, komunitas dan swasta juga turut serta dalam mendukung keberlangsungan operasi katarak gratis. Banyak lembaga nirlaba dan organisasi sosial menyediakan transportasi, pendampingan, hingga alat bantu pascaoperasi seperti kacamata. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.
Komentar dari Peserta
Nenek Tihana, salah satu peserta operasi katarak di Jember, mengungkapkan rasa syukurnya setelah operasi berhasil dilakukan. “Saya merasa lebih nyaman dan bahagia karena kini bisa melihat dengan jelas lagi. Sebelumnya, saya sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena penglihatan saya terganggu,” katanya.
Komentar serupa juga datang dari warga lain yang telah mengikuti program ini. Mereka berharap agar program ini terus berlanjut dan bisa mencakup lebih banyak lansia di berbagai daerah.
Penutup dan Harapan
Operasi Katarak Gratis di RS Bhayangkara Kecamatan Kota pada 15 April 2025 menjadi momen penting dalam upaya pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup lansia. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, program ini diharapkan bisa menjadi contoh positif dalam pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata.
Semoga dengan adanya program ini, semakin banyak lansia yang bisa kembali melihat dunia dengan jelas dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah tetap menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.





