KediriNews.com – Pada 20 Juni 2025, masyarakat Kecamatan Kota akan menyaksikan sebuah perayaan unik yang memadukan nostalgia dan semangat komunitas. Komunitas penggemar sepeda onthel, atau dikenal juga sebagai sepeda unta, akan menggelar kegiatan “Keliling Kota” dengan bersepeda tua sambil menikmati pemandangan kota yang khas. Acara ini bukan hanya sekadar olahraga santai, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama penggemar sepeda jadul.
Sepeda onthel memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dulu, sepeda ini menjadi alat transportasi utama bagi banyak orang, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan munculnya jenis sepeda baru seperti sepeda mini dan kumbang, penggunaannya mulai berkurang. Pada awal tahun 2000-an, sepeda onthel mulai dikembalikan lagi ke dalam kehidupan masyarakat sebagai barang antik dan simbol nostalgia.
Komunitas penggemar sepeda onthel di Kecamatan Kota telah lama aktif dalam berbagai kegiatan. Mereka tidak hanya sekadar bersepeda, tetapi juga menjaga tradisi dan nilai-nilai kebersamaan. Salah satu kegiatan rutin mereka adalah gowes keliling kota setiap akhir pekan. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebugaran, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antar anggota komunitas.
-
Sejarah dan Perkembangan Sepeda Ontel
Sepeda onthel pertama kali muncul di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Bentuknya yang besar dan stabil membuatnya cocok digunakan untuk berbagai medan. Pada masa itu, sepeda ini sering digunakan oleh para pegawai pemerintahan dan warga kelas menengah. -
Peran Komunitas dalam Melestarikan Tradisi
Komunitas penggemar sepeda onthel di Kecamatan Kota berupaya melestarikan warisan budaya ini melalui berbagai kegiatan. Mereka mengajak generasi muda untuk mengetahui sejarah sepeda ini, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dengan menggunakan alat transportasi ramah lingkungan. -
Acara “Keliling Kota” pada 20 Juni 2025
Pada tanggal tersebut, komunitas akan menggelar acara “Keliling Kota” yang diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat luas. Rute yang dipilih akan melintasi beberapa titik ikonik di Kecamatan Kota, seperti pasar tradisional, taman kota, dan jalur-jalur yang memiliki nilai sejarah. -
Dukungan dari Pemda dan Masyarakat
Pemerintah setempat telah memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Mereka melihat bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga dapat meningkatkan daya tarik wisata lokal. Selain itu, masyarakat setempat juga turut merayakan kegiatan ini dengan hadir dan memberikan dukungan moril kepada peserta. -
Harapan untuk Masa Depan
Komunitas penggemar sepeda onthel berharap acara ini menjadi awal dari inisiatif lebih besar dalam melestarikan sepeda tradisional. Mereka ingin agar sepeda ini tidak hanya dianggap sebagai barang antik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang layak dijaga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sepeda onthel masih memiliki tempat dalam kehidupan modern,” ujar salah satu anggota komunitas. “Bukan hanya untuk nostalgia, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan.”





