UBI CILEMBU! Manis Madu Keluar Saat Dioven di Kecamatan Papar pada 20 Mei 2025!
KediriNews.com – Di tengah kota yang semakin berkembang, keunikan lokal sering kali menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Ubi Cilembu, yang kini kembali mencuri perhatian publik setelah muncul kabar bahwa manis madu akan keluar saat dioven di Kecamatan Papar pada 20 Mei 2025. Fenomena ini memicu antusiasme besar dari masyarakat dan para penggemar kuliner.
“Kami sedang menyiapkan acara spesial untuk memperkenalkan Ubi Cilembu dengan cara baru, yaitu dioven,” ujar salah satu petani lokal yang berada di Kecamatan Papar. “Tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana rasa alami ubi ini bisa lebih maksimal ketika dipanggang dengan teknik yang tepat.”
Sejak awal, Ubi Cilembu dikenal memiliki karakteristik unik. Rasa manis alami yang terasa saat dipanggang membuatnya sangat diminati. Namun, proses pemanggangan yang benar sangat penting agar cairan madu alami bisa keluar secara optimal. Menurut beberapa ahli, suhu dan waktu pemanggangan menjadi faktor utama dalam menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang sempurna.
-
Pilih Ubi Cilembu Berkualitas
Ubi harus segar, keras, dan tanpa bercak gelap. Kulitnya harus mulus dan berwarna cokelat keemasan. Ubi yang baik biasanya memiliki bentuk lonjong dan menggembung di tengah. -
Cuci Bersih Ubi Sebelum Dipanggang
Cuci dengan air mengalir dan sikat lembut untuk menghilangkan tanah. Jangan mengupas kulit karena akan menjaga kelembapan selama pemanggangan. -
Bungkus dengan Aluminium Foil
Membungkus ubi dengan foil membantu matang merata dan menjaga tekstur lembut. Bisa juga menusuk dengan garpu agar panas meresap lebih cepat. -
Panggang dengan Suhu dan Waktu Tepat
Panaskan oven hingga 120 derajat Celsius. Letakkan ubi di atas loyang dan panggang selama 40-45 menit. Untuk ukuran besar, bisa diperpanjang hingga 60 menit. -
Diamkan Setelah Matang
Setelah matang, diamkan sebentar di dalam oven agar tekstur tetap lembut. Setelah itu, buka foil dan biarkan uap menghilang sebelum disajikan.
Proses ini tidak hanya menghadirkan rasa yang lezat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal. Ubi Cilembu kini telah menembus pasar ekspor dan menjadi komoditas penting bagi Desa Cilembu. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi ubi mencapai ratusan ton per bulan, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri.
Selain itu, inovasi dalam penyajian seperti dioven memberikan peluang baru bagi para pedagang dan petani. Dengan cara ini, ubi Cilembu tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga bisa menjadi produk premium yang diminati oleh kalangan menengah dan atas.
[IMAGE: Ubi Cilembu yang dioven dengan cairan madu yang keluar]
Acara spesial pada 20 Mei 2025 di Kecamatan Papar akan menjadi momen penting dalam memperkenalkan Ubi Cilembu dengan cara baru. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi ekonomi dari produk lokal ini.
“Kami harap dengan acara ini, masyarakat bisa lebih mengenal dan menghargai Ubi Cilembu,” kata salah satu peserta acara. “Ini juga menjadi langkah awal untuk mempromosikan produk lokal kepada dunia luar.”
Dengan kombinasi tradisi dan inovasi, Ubi Cilembu terus menunjukkan bahwa keunikan lokal bisa menjadi daya tarik yang kuat. Dengan rasa manis alami dan tekstur lembut, Ubi Cilembu tidak hanya enak dimakan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi.