AYAM GEPREK KEJU! Mengapa Jadi Menu Wajib Mahasiswa Kecamatan Mojoroto pada 1 Desember 2025?

KediriNews.com – Di tengah dinamika kehidupan kampus dan rutinitas akademik, mahasiswa di Kecamatan Mojoroto, Kota Mojokerto, memiliki tradisi unik yang selalu dirayakan setiap tahun. Pada tanggal 1 Desember 2025, salah satu menu makanan yang menjadi favorit utama adalah ayam geprek keju. Tidak hanya sekadar hidangan, ayam geprek keju telah menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan bagi mahasiswa setempat.

“Setiap tahun, kami selalu mengadakan acara kumpul bersama di sekitar kampus. Dan tak pernah absen, ayam geprek keju jadi menu utama,” ujar Rina, salah satu mahasiswi jurusan Ekonomi di Universitas Negeri Malang yang tinggal di Kecamatan Mojoroto. “Rasanya memang unik, gurih, dan lezat. Bisa dibilang, ini jadi penghibur setelah lelah belajar.”

Asal Usul dan Populeritas Ayam Geprek Keju

Ayam geprek keju bukanlah makanan baru, tetapi popularitasnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di Mojokerto, khususnya di Kecamatan Mojoroto, makanan ini telah menjadi bagian dari budaya lokal. Salah satu tempat yang paling dikenal menyajikan ayam geprek keju adalah Geprek Doyan Ayam, yang berlokasi di Jl. Raya Ijen No 108 C, Wates, Magersari.

Menurut laporan dari portal berita detikFood, harga ayam geprek keju di sana dibanderol mulai dari Rp 18.000-an. Harga yang terjangkau namun tetap memberikan rasa yang memuaskan membuat makanan ini sangat diminati oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Bahan dan Cara Pembuatan

Resep ayam geprek keju biasanya menggunakan bahan-bahan sederhana, tetapi dengan kombinasi yang menarik. Ayam fillet yang dipotong sesuai selera dilumuri dengan bawang putih, garam, dan merica. Setelah itu, ayam digoreng hingga renyah dan crispy. Sambal geprek yang dibuat dari cabai rawit, bawang putih, garam, dan gula kemudian disiram dengan minyak panas bekas menggoreng ayam. Terakhir, keju parut ditaburkan di atas ayam geprek, atau bisa juga dicampur dengan susu cair agar meleleh sempurna.

“Saya sering membuat ayam geprek keju sendiri di rumah. Rasanya memang enak, tapi rasanya tidak sama dengan yang dijual di luar,” tambah Rina. “Mungkin karena bumbunya lebih kuat dan kejunya lebih lembut.”

Peran Ayam Geprek Keju dalam Budaya Mahasiswa

Di Kecamatan Mojoroto, ayam geprek keju tidak hanya menjadi makanan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi. Setiap tahun, sejumlah mahasiswa mengadakan pertemuan khusus untuk menikmati makanan ini. Acara tersebut biasanya diadakan di sekitar kampus atau di dekat tempat-tempat makan favorit seperti Geprek Doyan Ayam.

Beberapa alasan mengapa ayam geprek keju menjadi menu wajib:

  1. Harganya Terjangkau: Mahasiswa sering kali memiliki anggaran terbatas, sehingga makanan yang murah dan lezat sangat diminati.
  2. Rasanya Unik dan Nikmat: Perpaduan antara ayam yang renyah, sambal yang pedas, dan keju yang meleleh menciptakan sensasi rasa yang istimewa.
  3. Bisa Dinikmati Bersama: Ayam geprek keju cocok untuk dimakan secara beramai-ramai, baik dengan teman kampus maupun keluarga.

Kesimpulan

Pada 1 Desember 2025, ayam geprek keju tidak hanya menjadi makanan favorit, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya mahasiswa Kecamatan Mojoroto. Dengan rasa yang unik dan harga yang terjangkau, makanan ini berhasil menembus berbagai kalangan dan menjadi simbol kebersamaan serta kebanggaan. Bagi yang ingin mencicipinya, Geprek Doyan Ayam adalah pilihan yang tepat.

AyamGeprekKeju #MahasiswaMojoroto #KulinerMojokerto #MakananViral2025 #TradisiMahasiswa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *