KediriNews.com – Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama pada 4 Desember 2025. Kondisi ini menyebabkan banyak warga terganggu, termasuk para pemilik ikan hias yang mengalami kerugian karena alat aerasi dan pompa air mati secara tiba-tiba. “Saya kehilangan beberapa ekor ikan hias karena listrik padam selama 8 jam. Saya sudah memperkirakan akan ada pemadaman, tapi tidak menyangka akan berlangsung begitu lama,” ujar Siti, seorang pemilik toko ikan hias di Plosoklaten.
Pemadaman listrik tersebut dilakukan oleh PT PLN UP3 Klaten dalam rangka pemeliharaan jaringan distribusi. Meski jadwal pemeliharaan biasanya disampaikan sebelumnya, kondisi lapangan bisa saja membuat perubahan. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab ketidaknyamanan bagi masyarakat setempat. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemadaman ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke depannya,” kata Manajer Jaringan PT PLN UP3 Klaten, Mulki Maulana, seperti dikutip dari sumber lokal.
Wilayah Terdampak Pemadaman
Pemadaman listrik yang terjadi di Kecamatan Plosoklaten mencakup beberapa desa dan wilayah tertentu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, wilayah-wilayah yang terkena dampak antara lain:
- Desa Plosoklaten
- Desa Ngumpak
- Desa Cangkring
- Desa Tegalrejo
- Desa Karanganyar
Dari data yang dirangkum, pemadaman listrik berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Durasi yang cukup panjang ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat, khususnya pengusaha kecil dan pelaku usaha rumah tangga yang bergantung pada alat elektronik.
Dampak Pemadaman Listrik
Selain menyebabkan kerugian bagi pemilik ikan hias, pemadaman listrik juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Beberapa fasilitas umum seperti pasar tradisional dan tempat ibadah terpaksa menggunakan generator sebagai alternatif. “Kami harus membawa genset sendiri untuk menghidupkan mesin penjernihan air dan lampu penerangan,” keluh Budi, seorang pedagang di Pasar Plosoklaten.
Di sisi lain, pemadaman juga memengaruhi operasional sekolah dan lembaga pendidikan. Guru-guru dan siswa terpaksa menghadapi suasana gelap di ruang kelas, sehingga mengurangi efektivitas pembelajaran. “Saya khawatir dengan kesehatan anak-anak karena mereka harus belajar dalam kondisi gelap,” ujar Ibu Rina, seorang guru SD di Desa Cangkring.
Langkah Pengamanan dan Kesadaran Masyarakat
PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari tindakan yang berisiko selama pemadaman listrik. “Jangan mendirikan bangunan atau baliho dekat jaringan listrik. Jarak aman minimal tiga meter dari tiang listrik,” pesan Mulki. Ia juga meminta agar anak-anak tidak bermain layang-layang di area dekat jaringan listrik, mengingat bahaya yang bisa terjadi jika layang-layang tersangkut kabel.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan penebangan pohon atau aktivitas lainnya yang berdekatan dengan jaringan tanpa koordinasi dengan petugas PLN. “Kami harap masyarakat dapat memahami bahwa pemadaman ini dilakukan demi kebaikan bersama,” tambahnya.
Penutup
Pemadaman listrik yang terjadi di Kecamatan Plosoklaten pada 4 Desember 2025 menunjukkan pentingnya komunikasi antara PLN dan masyarakat. Meskipun pemeliharaan jaringan diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik, waktu dan lokasi pemadaman harus dipertimbangkan lebih matang agar tidak memberikan dampak negatif yang terlalu besar.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan sabar dalam menghadapi situasi seperti ini. Dengan kesadaran dan kerja sama, diharapkan pemadaman listrik bisa dihindari atau setidaknya diminimalkan dampaknya.





