IRIGASI TERSIER: Ketersediaan Air Lancar di Sawah Kecamatan Purwoasri pada 6 Desember 2025

KediriNews.com – Pada tanggal 6 Desember 2025, masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Purwoasri, kembali merayakan keberhasilan program rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. Dengan air lancar mengalir di sawah-sawah milik para petani, produktivitas pertanian meningkat dan harapan akan kesejahteraan semakin terbuka lebar.

“Kami sangat bersyukur dengan perbaikan saluran irigasi ini. Air kini bisa menjangkau seluruh lahan sawah kami,” ujar salah satu petani setempat, Suryadi. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya, banyak area sawah yang kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Namun kini, kondisi tersebut mulai membaik.

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Desa Purwosari dilakukan dalam rangka mendukung Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan fungsi dan efisiensi jaringan irigasi di tingkat desa.

Pemerintah Desa Purwosari bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dalam menjalankan proyek ini. Proses rehabiliasi dilakukan secara swakelola, dengan anggaran dana desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp120.000.000. Saluran irigasi yang diperbaiki memiliki volume 2500 meter x 3 x 1 meter, sehingga mampu menyalurkan air secara lebih merata ke lahan pertanian.

Manfaat yang Dirasakan Petani

Saluran irigasi tersier yang direhabilitasi memberikan manfaat besar bagi para petani. Dengan aliran air yang lancar, lahan sawah yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan air kini dapat ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Menurut Kepala Desa Purwosari, Supriyanto, tujuan dari kegiatan ini adalah memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi saluran irigasi. “Dengan perbaikan ini, air yang ada di saluran irigasi bisa menjangkau lahan pertanian lebih luas lagi. Kami berharap, hasil pertanian bisa meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” jelasnya.

Peran Irigasi Tersier dalam Pertanian

Irigasi tersier merupakan komponen mutlak dalam sistem irigasi. Tanpa jaringan ini, air dari sumber utama tidak akan sampai ke lahan sawah. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan rehabilitasi pada saluran irigasi tersier untuk memastikan distribusi air yang merata dan efisien.

Beberapa kriteria lokasi penerima bantuan rehabilitasi adalah jaringan irigasi tersier yang terkoneksi dengan jaringan primer dan sekunder yang berfungsi baik. Lokasi yang dipilih juga minimal memiliki luas layanan sebesar 25 Ha yang dikelola oleh kelompok tani atau perkumpulan petani pengelola air.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski telah banyak manfaat yang dirasakan, beberapa tantangan masih tetap ada. Misalnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dan kerusakan saluran yang belum sepenuhnya diperbaiki. Namun, para petani tetap berharap agar program rehabilitasi ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Kami berharap, bantuan ini dapat dilanjutkan untuk tahun depan. Dengan begitu, areal yang bisa panen dua kali setahun akan semakin luas,” ujar Suryadi.

Kesimpulan

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Desa Purwosari, Kecamatan Purwoasri, telah menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pertanian. Dengan air lancar yang mengalir di sawah-sawah, produktivitas pertanian meningkat dan harapan akan kesejahteraan petani semakin terbuka. Program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

PETANI MENYERAHKAN AIR KE SAWAH
SALURAN IRIGASI YANG DIREHABILITASI

IRIGASI_TERSIER #Pertanian_Jaya #Kesejahteraan_Petani #Purwoasri_2025 #Air_Lancar_di_Sawah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *