Kasus Bullying SMP Kota Viral di Grup WA, Disdik Tangani Perundungan pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Sebuah video yang menunjukkan kasus perundungan di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota viral di grup WhatsApp (WA) wali murid kecamatan pada 5 Desember 2025. Video tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat luas. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat langsung turun tangan untuk menangani situasi ini.

Menurut laporan awal, video tersebut menampilkan seorang siswi yang mengalami cedera fisik, seperti bibir bengkak dan luka lebam. Video itu beredar cepat di media sosial, khususnya di grup WA wali murid kecamatan, sehingga memicu gelombang protes dan kekhawatiran tentang keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan investigasi dan menemui pihak sekolah,” ujar Kepala Disdik Kota, Affan Prapanca, dalam pernyataannya. “Kami pastikan semua pihak terlibat sudah diberi pemahaman bahwa perundungan tidak bisa dibiarkan begitu saja.”

Affan menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi karena adanya kesalahpahaman antar siswa, namun akhirnya berujung pada perkelahian. Meski demikian, ia menekankan bahwa pihak sekolah telah bertindak cepat dengan melakukan mediasi dan memastikan suasana kembali kondusif.

“Kami juga akan meningkatkan pengawasan di sekolah-sekolah agar potensi perundungan bisa dideteksi lebih dini,” tambah Affan.

Penanganan oleh Pihak Sekolah dan Keluarga

  1. Mediasi antara pelaku dan korban: Pihak sekolah telah melakukan mediasi antara siswa yang terlibat dan keluarga korban. Mediasi ini dilakukan bersama dengan perangkat desa dan wali murid.
  2. Pembinaan karakter siswa: Disdik menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui kolaborasi antara guru dan orang tua. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
  3. Peningkatan pengawasan: Sekolah akan memperkuat sistem pengawasan guna memastikan lingkungan belajar aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Respons dari Kepolisian

Polres Blitar juga telah mengambil langkah-langkah terkait kasus bullying yang terjadi di wilayah lain. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo, menyebutkan bahwa sekitar 20 saksi dimintai keterangan terkait dugaan pengeroyokan korban. Saksi tersebut mencakup siswa yang diduga terlibat, guru, dan keluarga korban.

“Motif awal diduga karena adanya tindakan saling mem-bully sesama siswa, yang kemudian berujung pada aksi balas dendam secara brutal,” ujar AKP Momon Suwito Pratomo saat dikonfirmasi.

Selain itu, Polres Blitar juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kabupaten Blitar dalam penanganan kasus ini. Gelar perkara juga direncanakan dalam waktu dekat untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Peran Masyarakat dan Orang Tua

Masyarakat dan orang tua siswa sangat prihatin terhadap kasus bullying yang terjadi. Banyak dari mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap sistem pendidikan yang dinilai tidak cukup tanggap terhadap isu perundungan.

“Anak-anak harus merasa aman di sekolah, bukan justru menjadi korban kekerasan,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan identitasnya.

Kepala Sekolah setempat juga memberikan pernyataan resmi bahwa pihak sekolah akan terus memperkuat program pengawasan dan bimbingan konseling untuk mencegah terulangnya kasus seperti ini.

Langkah-Langkah Pencegahan

  1. Evaluasi sistem pengawasan: Disdik akan mengevaluasi sistem pengawasan di sekolah-sekolah untuk memastikan potensi perundungan dapat dideteksi lebih dini.
  2. Program sosialisasi: Kepolisian dan Disdik akan bekerja sama dalam program sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif dari kekerasan.
  3. Penguatan hubungan antara sekolah dan orang tua: Sinergi antara pihak sekolah dan keluarga akan diperkuat untuk memastikan pendidikan karakter siswa berjalan optimal.

Kesimpulan

Kasus bullying yang viral di grup WA wali murid kecamatan pada 5 Desember 2025 menunjukkan betapa pentingnya tanggung jawab bersama antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat hukum dalam menangani isu perundungan. Dengan tindakan cepat dan koordinasi yang baik, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa depan.

BullyingSMP #KasusBullying #DisdikTanganiPerundungan #ViralDiWA #KotaPendidikan

polisi dan Disdik meninjau sekolah terkait kasus bullying

[IMAGE: siswa SMP mengalami perundungan di sekolah]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *