KediriNews.com – Petani kelengkeng di Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menghadapi tantangan serius akibat serangan kelelawar. Hewan nokturnal ini sering menyerang buah yang sudah matang, sehingga mengancam hasil panen dan pendapatan petani. Untuk mengatasi masalah ini, petani setempat akan memasang lampu penerangan pada 8 Desember 2025, sebagai upaya mencegah kelelawar dari merusak tanaman.
“Kelelawar biasanya menyerang buah yang sudah matang di pohon saat fase penebalan daging buah, di saat warna biji sudah coklat. Serangan ini bisa menyebabkan gagal panen,” ujar Tri Wahyuni, POPT LPHP Temanggung, dalam keterangan tertulisnya. Ia menyarankan penggunaan brongsong dan jaring pengaman untuk melindungi buah. Namun, saat ini petani lebih memilih memasang lampu penerangan sebagai solusi efektif dan ramah lingkungan.
Penggunaan lampu penerangan adalah salah satu cara terbaru yang digunakan petani untuk mengusir kelelawar. Menurut Sri Wijayantie Yusuf, Direktur Perlindungan Hortikultura, kelelawar merupakan hewan nocturnal yang tidak menyukai kondisi terang. “Pemberian lampu penerangan yang secara ekstra bertujuan untuk mengganggu kenyamanan kelelawar,” jelas dia. Dengan demikian, petani berharap lampu dapat menjadi alat efektif dalam mengurangi serangan hama tersebut.
Berikut beberapa strategi yang telah diadopsi oleh petani untuk melindungi tanaman kelengkeng:
- Pemangkasan ranting: Menghilangkan cabang yang tidak produktif agar tidak menjadi tempat singgah kelelawar.
- Bungkus buah dengan brongsong: Menggunakan anyaman bambu atau plastik dengan lubang kecil untuk melindungi buah.
- Pengalihan aroma: Menyebar terasi atau ikan asin di sekitar kebun untuk mengusir kelelawar.
- Pemasangan lampu: Memberikan penerangan tambahan untuk mengganggu aktivitas kelelawar di malam hari.
- Jaring jebakan: Memasang jaring di sekitar kebun untuk menghalangi kelelawar masuk.
- Suara ultrasonic: Menggunakan alat yang menghasilkan suara tajam untuk mengganggu navigasi kelelawar.
Dalam konteks ini, pasangnya lampu pada 8 Desember 2025 menjadi langkah penting bagi petani. Mereka berharap teknik ini dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh kelelawar. “Penggunaan brongsong lebih disukai karena memudahkan saat panen dan tidak mengganggu fotosintesis daun,” lanjut Tri. Namun, lampu penerangan dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.
Selain itu, petani juga mulai mengadopsi inovasi lain seperti sistem irigasi modern dan pemupukan yang tepat. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas buah dan daya tahan tanaman terhadap hama. “Lengkeng adalah komoditas yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Banyaknya pengembangan budi daya lengkeng saat ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengelola penanamannya secara ramah lingkungan,” pungkas Sri.
Petani di Kecamatan Kayen Kidul, khususnya, sangat berharap bahwa langkah-langkah ini dapat membantu mereka tetap menjaga produksi kelengkeng yang berkualitas. Dengan adanya teknologi dan metode baru, harapan besar diarahkan pada masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.







