3 tersangka baru kasus kericuhan di PETI Ratatotok Mitra ditangkap, 1 pelaku ditembak di kaki

Ringkasan Berita:

  • Para tersangka kasus kisruh berujung pembunuhan di lokasi PETI Ratatotok ditangkap.
  • Para tersangka ditahan di Polda Sulut.
  • Terbaru, tiga tersangka kembali berhasil ditangkap, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah 13 orang.

, RATAHAN – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan komitmen serius dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok.

Terbaru, tiga tersangka kembali berhasil ditangkap, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah 13 orang.

Kapolres Mitra, AKBP Handoko Sanjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan.

Khususnya dalam perkara pembunuhan yang merenggut nyawa manusia.

“Kasus pembunuhan di Ratatotok masih terus kami dalami. Saat ini kami telah menangkap tiga tersangka baru,”ujar Kapolres Mitra Sabtu 3 Januari 2026.

 Tersangka baru itu adalah:

  • FR.
  • AS
  • A

“Masih terdapat beberapa pelaku lain yang telah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Sanjaya.

Dari ketiga tersangka tersebut, satu orang berhasil ditangkap di wilayah Kota Tomohon dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena tidak bersikap kooperatif saat penangkapan.

Sementara dua tersangka lainnya menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak kepolisian.

Perwira dua melati tersebut mengungkapkan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mitra telah mengantongi identitas para pelaku yang masih buron.

Ia pun mengimbau agar para DPO segera menyerahkan diri sebelum dilakukan upaya penangkapan paksa.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku yang masih dalam DPO agar segera menyerahkan diri,” tuturnya.

“Jangan mempersulit diri sendiri, karena kami akan terus memburu hingga seluruh pelaku berhasil diamankan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Handoko menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Mitra akan terus bekerja maksimal hingga kasus ini benar-benar tuntas dan rasa keadilan dapat dirasakan oleh korban serta keluarga.

Selain itu, mantan Kapolres Bolsel ini juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut dan mendukung kinerja kepolisian.

“Kami membutuhkan peran serta masyarakat. Jangan takut untuk melapor. Polres Mitra berkomitmen memberikan perlindungan dan menjamin keamanan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, kasus penembakan terjadi lagi di lokasi PETI Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra, 

Berdasarkan kesaksian pihak korban, terungkap bahwa mereka memang diserang oleh para pelaku.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Empat orang jadi korban.

Tiga meninggal.

Satu kritis hingga dilarikan ke RS Prof Kandou, pada Minggu (21/12/2025). 

Korban meninggal yakni:

  1. Safrudin Makalalag warga Borgo Satu.
  2. Mawandi Lakamunte warga Basaan Satu
  3. Fathan Kalipe warga Belang. 

Kasat Samaptha Polres Mitra Iptu Ferry Salu ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan ketiga korban saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit.

Dirinya menuturkan, saat patroli mereka mendapatkan informasi terkait kericuhan tersebut.

“Saat kami patroli, ada info kalau kericuhan terjadi di lokasi pertambangan Kebun Raya Megawati,” ungkapnya.

“Ketika kami tiba, sudah ada tiga orang korban,” tuturnya.

Perwira dua balok tersebut menuturkan ia dan anggotanya langsung membantu upaya evakuasi.

Polda Sulut dan Polres Mitra sempat melakukan penertiban aktivitas PETI di Kebun Raya Ratatotok.

Namun meski sudah dilakukan penertiban, aktivitas PETI masih terus berlangsung secara diam-diam.

Bahkan alat berat yang sempat diturunkan kembali dinaikkan ke Kebun Raya Ratatotok Mitra.

Aktivitas pertambangan di Ratatotok memang sudah tak terbendung.

Kecamatan yang jaraknya sekitar 96 kilometer dari kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ratatotok memang dikenal dengan daerah penghasil emas di Sulut. 

60 persen warga di Kabupaten Mitra bekerja sebagai penambang di tambang Ratatotok. (Nie)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *