KediriNews.com – Warga Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kaget saat melakukan pembongkaran septic tank pada tanggal 8 Desember 2025. Dalam proses pengerjaan tersebut, mereka menemukan benda mencurigakan yang kemudian diketahui sebagai granat aktif. Kejadian ini langsung membuat heboh warga setempat dan memicu tindakan cepat dari aparat keamanan.
“Awalnya kami hanya ingin menggali tanah untuk memperbaiki saluran air. Tapi tiba-tiba ada benda logam yang tersembunyi di dalam tanah,” ujar Sutrisno, salah satu warga yang menjadi saksi mata. “Saya langsung berteriak agar semua orang menjauh. Kami tidak tahu apa itu.”
Granat yang ditemukan memiliki ukuran sedang dengan cincin pengaman yang masih utuh. Petugas dari Polsek Mojoroto segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Mereka langsung melakukan evakuasi benda tersebut ke area aman untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi Penemuan
Penemuan granat aktif terjadi saat warga sedang melakukan pekerjaan perbaikan infrastruktur di area permukiman. Awalnya, mereka hanya fokus pada pekerjaan teknis, tetapi saat menggali tanah, tiba-tiba ada benda asing yang terbuka. Benda tersebut langsung diangkat dan diperiksa oleh saksi mata, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Menurut informasi dari petugas, granat yang ditemukan diduga merupakan jenis granat tangan yang masih dalam kondisi aktif. Meski tidak ada indikasi ledakan, keberadaannya tetap membahayakan dan memerlukan penanganan khusus. Tim Jibom (Jasa Bantuan Operasional Militer) dari Detasemen C Brimob Polda Jawa Timur turut diterjunkan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Petugas membutuhkan waktu beberapa jam untuk memastikan bahwa tidak ada benda lain yang tersembunyi di sekitar lokasi. Setelah granat dievakuasi, dilakukan penyisiran menyeluruh di area sekitar. Hasilnya, tidak ditemukan bahan peledak tambahan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan intensif dan memastikan lingkungan aman,” jelas Kapolsek Mojoroto, AKP Budi Santoso. “Granat tersebut akan dibawa ke pusat penangangan bahan peledak untuk pemeriksaan lebih lanjut.”
Selain itu, polisi juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul granat tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai siapa pemilik atau bagaimana granat itu bisa berada di lokasi tersebut.
Reaksi Warga dan Kesadaran Lingkungan
Kejadian ini membuat warga setempat semakin waspada terhadap aktivitas konstruksi dan pembangunan. Beberapa warga menyatakan kekhawatiran bahwa benda-benda berbahaya seperti ini bisa saja tersembunyi di tempat-tempat umum.
“Kita harus lebih hati-hati saat melakukan penggalian. Bisa saja ada benda tak dikenal yang tersembunyi,” kata Sutrisno. “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar.”
Beberapa komunitas lokal juga mulai menginisiasi program edukasi tentang bahaya bahan peledak dan cara mengenali serta menangani situasi darurat. Hal ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Upaya Pemerintah dan Pengawasan Lingkungan
Pemerintah daerah Kabupaten Kediri telah menanggapi kejadian ini dengan serius. Dalam waktu dekat, akan diadakan rapat koordinasi antara dinas terkait, aparat kepolisian, dan masyarakat untuk membahas langkah-langkah pencegahan dan penanganan benda-benda berbahaya.
Selain itu, rencana penguatan pengawasan di area-area yang rawan juga sedang dipertimbangkan. Diharapkan, kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Kesimpulan
Penemuan granat aktif saat warga menggali septic tank di Kecamatan Mojoroto adalah sebuah peristiwa yang memicu kekhawatiran dan kepedulian besar dari masyarakat. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama di wilayah yang mungkin memiliki potensi risiko.
Dengan tindakan cepat dari pihak berwajib dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang. Selain itu, upaya pencegahan dan edukasi juga menjadi kunci untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat.
