KediriNews.com – Sebuah penemuan menarik kembali menghebohkan masyarakat di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada 15 Februari 2025, seorang warga setempat, bernama Ponijo (62), menemukan struktur batu bata kuno saat sedang menggali sumur di belakang rumahnya. Penemuan ini memicu perhatian para ahli sejarah dan pelestari cagar budaya.
Ponijo tidak menyangka bahwa kegiatannya menggali tanah untuk membuat batu bata akan berujung pada temuan yang luar biasa. Awalnya, ia hanya ingin memperluas area penggalian agar bisa membuat sumur lebih dalam. Namun, ketika cangkulnya menyentuh benda keras, ia langsung merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Setelah diperbesar, struktur bangunan rapi terbuka dengan bentuk bata-bata besar yang tampak sangat berbeda dari bata modern.
“Awalnya saya kaget, tapi kemudian saya memutuskan untuk melaporkan temuan ini ke pihak berwajib,” ujarnya kepada awak media. Ia juga menjelaskan bahwa lokasi penemuan ini berjarak sekitar 450 meter dari Situs Candi Tondowongso, yang sebelumnya juga pernah ditemukan pada tahun 2007.
-
Proses Penemuan dan Penggalian
Setelah mendengar kabar tersebut, Santoso, warga asal Pare, bersama beberapa tetangga langsung membantu membuka lebih lebar struktur bangunan kuno tersebut. Hasilnya, di sisi barat dan timur ditemukan struktur batu bata yang memiliki menara pejal. Salah satu menara yang terlepas disimpan di rumah Ponijo sebagai bukti fisik dari temuan ini. -
Analisis Awal oleh Ahli Budaya
Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Mereka memastikan bahwa struktur batu bata tersebut memenuhi kriteria cagar budaya. Ukuran batu bata kuno yang ditemukan berkisar antara panjang 40-41 cm, lebar 20-24 cm, serta tebal 7-8 cm. Bentuknya mirip dengan temuan batu bata kuno di wilayah Trowulan, Mojokerto. -
Keterkaitan dengan Situs-situs Sekitar
Menurut Kepala Sub-unit Penyelamatan BPCB Ahmad Hariri, struktur batu bata ini bisa saja menjadi bagian dari situs purbakala yang terkait dengan Situs Adan-adan. Situs Adan-adan sendiri merupakan situs yang berasal dari abad ke-11 masa Kerajaan Kediri. Dugaan ini semakin kuat karena lokasi penemuan berjarak sekitar 200 meter dari situs tersebut. -
Langkah Selanjutnya
Untuk memastikan fungsi dan sejarah struktur batu bata ini, diperlukan penelitian lebih lanjut. BPCB merekomendasikan penerjunan tim arkeolog untuk mengkaji lebih dalam. Sementara itu, pemilik lahan diminta untuk tidak melakukan aktivitas penggalian di lokasi tersebut hingga proses penelitian selesai. -
Harapan dan Tantangan
Ponijo dan warga sekitar berharap temuan ini dapat menjadi awal dari penemuan lain yang lebih besar. Namun, mereka juga menyadari bahwa proses penelitian dan perlindungan situs ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak struktur yang masih belum sepenuhnya diketahui sejarahnya.
Penemuan bata kuno di Kecamatan Gurah ini tidak hanya menunjukkan kekayaan sejarah daerah ini, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan para ahli, harapan besar terhadap penemuan ini bisa terwujud.
