Warga antre pengobatan gratis RS Kapal Apung Laksamana Malahayati di Lhokseumawe

Ringkasan Berita:

  • Rumah Sakit Kapal Apung Laksamana Malahayati bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, selama 10–11 Januari 2026 untuk memberikan layanan kesehatan gratis.
  • Kapal ini dilengkapi dokter, perawat, ruang operasi, apotek, hingga ambulans, melayani masyarakat umum dan pelajar Aceh Utara–Lhokseumawe.
  • Bakti sosial kesehatan yang digagas DPP PDI Perjuangan ini disambut positif pemerintah daerah dan warga karena sangat membantu kebutuhan medis masyarakat, khususnya pengungsi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

,LHOKSEUMAWE – Rumah Sakit Kapal Apung Laksamana Malahayati bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. 

Kapal tersebut dilengkapi tenaga medis profesional, dua dokter umum, dan dua perawat hingga fasilitas penunjang lainnya.

Rumah Sakit kapal Apung Laksamana Malahayati yang merupakan fasilitas kesehatan terapung selama ini digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir dan wilayah terpencil Indonesia, mulai bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh sejak Sabtu (10/1/2026) kemarin hingga Minggu (11/1/2026).

Di dalam kapal itu, terdapat ruangan operasi, ruang opname, ruang pelayanan kesehatan, apotek, ambulans dan dua unit motor trail.

Kegiatan pengobatan gratis tersebut akan berlangsung selama dua hari. Hari ini diperuntukkan untuk umum dan orang dewasa, keesokan harinya dijadwalkan pelayanan kesehatan bagi pelajar di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Sri Rahayu mengatakan kegiatan bakti sosial atau tugas kemanusiaan tersebut untuk membantu masyarakat Aceh khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara. Setelah sebelumnya sudah dilaksanakan melalui darat oleh tim kesehatan.

“Ini merupakan tugas yang harus dilaksanakan perintah ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Dimana beliau sangat perhatian terhadap kesehatan, maka hari ini kita melaksanakan bakti sosial kesehatan melalui kapal RS Laksamana Malahayati,” katanya.

Nama Laksamana Malahayati, kata Sri, diambil langsung dari Panglima Perang Aceh lalu diabadikan menjadi nama kapal rumah sakit apung ini. Kapal ini sebelumnya singgah dari Pulau Karimun lalu bersandar di Lhokseumawe hingga besok, setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan menuju Banda Aceh.

“Hari ini masyarakat yang berobat sekitar 500 orang terdiri dari dewasa, remaja dan anak-anak. Mudah-mudahan bisa lebih, mereka sadar akan kesehatan sehingga mau datang langsung berobat,” tuturnya.

Sri menyebutkan penyakit kerap dikeluhkan yakni batuk, flu dan tensinya naik. Mereka ditangani oleh 30 petugas terdiri dari perawat, dokter dan lainnya. Ia berharap Kapal Laksamana Malahayati memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Dengan kita mempunyai tim kesehatan dengan jumlah banyak ini. Bisa bermanfaat bagi kemanusiaan khususnya di tempat bencana. Kita tidak melihat sumber partainya, karena ini merupakan tugas kemanusiaan, tidak ada hubungannya dengan parta dan harus turun membantu sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang menyampaikan rasa terima kasih kepada DPP PDI Perjuangan sudah datang ke Lhokseumawe dan Aceh Utara. Karena sudah mengirim kapal Laksaman Malahayati khusus penanganan bidang kemanusiaan serta medis.

“Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kita di Aceh Utara serta Lhokseumawe. Sehingga dengan tindakan ketum PDI Perjuangan bisa mengobati masyarakat membutuhkan. Semoga kapal ini bisa berkeliling ke seluruh provinsi Aceh,” tambahnya.

Salah seorang pasien, Azizah mengaku sangat bersyukur dengan kedatangan Kapal Laksamana Malahayati di Pelabuhan Krueng Geukueh. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu jauh datang untuk mengecek kesehatan, tensi darah dan mendapatkan obat-obatan.

“Ini sangat membantu kami para pengungsi di areal pelabuhan untuk mendapatkan obat-obatan,” ujar salah satu warga.

Diketahui, Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati memiliki berat 262 GT dan panjang 30 meter dengan lebar 9 meter serta ketinggian draft 2 meter.(*)

Pos terkait