WABAH TIKUS! Petani Pasang Jebakan Listrik di Kecamatan Papar pada 5 Februari 2025

KediriNews.com – Wabah tikus yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur kembali memicu kekhawatiran para petani. Di Kecamatan Papar, Kabupaten Nganjuk, warga setempat mulai memasang jebakan listrik untuk mengatasi serangan hama yang mengancam tanaman padi mereka. Kejadian ini terjadi tepatnya pada 5 Februari 2025, setelah beberapa bulan terakhir populasi tikus meningkat drastis.

“Kami harus bertindak tegas karena serangan tikus semakin parah. Tanpa pengendalian, hasil panen bisa rusak total,” ujar salah satu petani, Suryo (45), yang tinggal di Desa Karanganyar. Ia menambahkan bahwa jebakan listrik menjadi pilihan utama karena dinilai efektif dalam mengurangi jumlah tikus secara signifikan.

Pemakaian jebakan listrik, meski efektif, tidak lepas dari risiko keselamatan. Sebelumnya, ada beberapa kasus kecelakaan akibat aliran listrik yang tidak terkontrol, seperti insiden di Kabupaten Rembang dan Tuban yang menyebabkan korban jiwa. Namun, di Kecamatan Papar, petani berupaya memperketat pengawasan agar tidak terjadi hal serupa.

  1. Alasan Petani Memilih Jebakan Listrik
  2. Pemilik lahan merasa bahwa metode tradisional seperti perangkap manual atau racun tidak cukup efektif dalam menghadapi peningkatan populasi tikus.
  3. Jebakan listrik dinilai lebih efisien karena mampu membunuh tikus dalam waktu singkat tanpa memerlukan pengawasan terus-menerus.
  4. Banyak petani juga mengatakan bahwa penggunaan jebakan listrik dapat mengurangi kerugian ekonomi akibat serangan hama.

  5. Langkah Keselamatan yang Dilakukan

  6. Para petani memasang batas aman di sekitar area jebakan untuk mencegah orang lain terkena aliran listrik.
  7. Beberapa di antara mereka memasang tanda peringatan sebagai bentuk kehati-hatian.
  8. Pemilik sawah juga rutin memeriksa jebakan untuk memastikan tidak ada gangguan teknis yang berpotensi membahayakan.

  9. Dukungan dari Pihak Berwenang

  10. Meski jebakan listrik masih diperdebatkan, beberapa pihak seperti polisi dan dinas pertanian memberikan panduan agar penggunaannya tetap aman.
  11. Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mengimbau petani untuk menggunakan metode alternatif jika memungkinkan.
  12. “Jika memang memakai jebakan listrik, pastikan tidak ada akses bagi anak-anak atau warga sekitar,” kata Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Arif Setiawan.

  1. Alternatif Pengendalian Tikus yang Lebih Aman
  2. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, telah merekomendasikan penggunaan predator alami seperti serak Jawa (Tyto Alba) untuk mengendalikan populasi tikus.
  3. Serak Jawa mampu memangsa 2-3 ekor tikus per malam, sehingga sangat efektif dalam mengurangi jumlah hama.
  4. Selain itu, penggunaan bahan alami seperti bawang putih atau minyak cengkeh juga bisa digunakan sebagai cara alami untuk mengusir tikus.

  5. Tantangan dan Harapan Masa Depan

  6. Meski jebakan listrik menjadi solusi sementara, para petani tetap khawatir akan risiko keselamatan yang bisa terjadi.
  7. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa alat pengendalian tikus yang lebih aman dan ramah lingkungan.
  8. “Kami hanya ingin hasil panen kami aman, tapi juga tidak sampai membahayakan orang lain,” ujar Suryo.

Di tengah wabah tikus yang mengancam ketahanan pangan, langkah-langkah yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Papar menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dengan kondisi yang sulit. Namun, penting untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan ilmu pengetahuan, diharapkan masalah ini bisa segera teratasi secara efektif dan berkelanjutan.

WabahTikus #PetaniPapar #JebakanListrik #KesejahteraanPetani #LingkunganHidup

Pos terkait