KediriNews.com – Wabah demam berdarah (DBD) kembali memicu kekhawatiran di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada 5 Mei 2025, rumah sakit umum daerah (RSUD) Pare mengalami penuhnya tempat tidur pasien anak akibat lonjakan kasus DBD. Hal ini menunjukkan bahwa wabah yang sebelumnya sempat menurun kini kembali muncul dengan intensitas tinggi.
“Kami melihat peningkatan signifikan jumlah pasien anak yang datang ke RSUD Pare dalam beberapa hari terakhir,” ujar dr. Siti Aminah, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Pare. “Banyak dari mereka mengeluhkan demam tinggi, nyeri sendi, dan perdarahan. Kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.”
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, jumlah kasus DBD di wilayah tersebut meningkat hingga 300 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penyebab utama dugaan adalah cuaca yang tidak stabil, dengan curah hujan tinggi dan suhu lingkungan yang hangat, kondisi ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti.
- Peningkatan Kasus DBD di Wilayah Pare
- Lonjakan kasus DBD di Kecamatan Pare mencerminkan situasi serupa dengan daerah lain di Jawa Timur.
- Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan angka kasus tertinggi sejak awal 2025.
-
RSUD Pare menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling terdampak karena banyaknya pasien anak yang membutuhkan perawatan intensif.
-
Tantangan Pengelolaan Pasien Anak
- Pasien anak yang terkena DBD cenderung mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan orang dewasa.
- Banyak orang tua tidak menyadari tanda-tanda awal DBD, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun atau munculnya bintik merah di kulit.
-
Dokter di RSUD Pare mengimbau agar orang tua lebih waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala-gejala tersebut.
-
Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat
- RSUD Pare bersama dinas kesehatan setempat telah menggelar sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat.
- Edukasi tentang cara membersihkan lingkungan, menutup tempat penampungan air, dan menguras bak mandi dilakukan secara rutin.
- Selain itu, petugas juga memberikan informasi tentang pentingnya vaksinasi dan penggunaan obat-obatan sesuai anjuran dokter.
- Peran Masyarakat dalam Mencegah DBD
- Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD masih rendah, terutama di daerah pedesaan.
- Banyak warga menganggap DBD sebagai penyakit biasa dan tidak segera mencari pertolongan medis.
-
“Jika kita tidak sadar akan bahaya DBD, maka risiko komplikasi akan semakin besar,” ujar dr. Siti Aminah.
-
Kesiapan RSUD Pare Menghadapi Wabah
- RSUD Pare telah meningkatkan kapasitas tempat tidur dan staf medis untuk menangani lonjakan pasien.
- Pihak rumah sakit juga melakukan koordinasi dengan puskesmas dan lembaga kesehatan lain untuk mempercepat proses rujukan.
- Selain itu, RSUD Pare juga aktif dalam melakukan fogging dan abatisasi di sekitar area rawan DBD.
- Kritik atas Ketidaktahuan Masyarakat
- Dalam wawancara dengan KediriNews.com, dr. Siti Aminah menyampaikan kekecewaannya terhadap kesadaran masyarakat.
- “Banyak orang tua yang baru datang ke rumah sakit saat kondisi anak sudah sangat parah. Ini sangat berbahaya,” katanya.
-
Ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi terus-menerus agar masyarakat lebih paham tentang DBD dan cara mencegahnya.
-
Kesiapan Pemerintah Daerah
- Pemerintah Kabupaten Kediri telah mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi wabah DBD.
- Beberapa desa di Kecamatan Pare telah melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dan pemberantasan jentik nyamuk.
- Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal.
- Pentingnya Kolaborasi Antar Lembaga
- Untuk mengatasi wabah DBD, diperlukan kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan kelompok kesehatan untuk memperluas cakupan pencegahan.
-
Selain itu, media massa juga berperan penting dalam menyebarkan informasi tentang DBD dan cara pencegahannya.
-
Edukasi Terus Dilakukan
- Meski situasi wabah DBD masih memprihatinkan, upaya pencegahan dan edukasi terus dilakukan.
- RSUD Pare dan Dinas Kesehatan terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air.
-
“Jika semua pihak bekerja sama, kami yakin wabah DBD bisa dikendalikan,” tambah dr. Siti Aminah.
-
Harapan Masyarakat
- Masyarakat di Kecamatan Pare berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi wabah DBD.
- Banyak orang tua berharap adanya program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk anak-anak.
- “Kami hanya ingin anak-anak kami sehat dan aman dari penyakit ini,” ujar salah satu warga.
#DemamBerdarah #WabahDBD #RSUDPare #KesehatanAnak #PencegahanDBD
