TOL KEDIRI-TULUNGAGUNG! Proyek Dikebut, Warga Kecamatan Semen Terima Ganti Rugi pada 5 Januari 2025!

KediriNews.com – Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung (KT) yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) terus berjalan cepat. Proyek ini tidak hanya menjadi prioritas pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari sektor swasta, khususnya PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Salah satu aspek penting dalam proses pembangunan adalah pengadaan tanah dan pencairan uang ganti rugi (UGR) bagi warga yang terdampak. Di antaranya, warga Kecamatan Semen akan menerima UGR pada 5 Januari 2025.

Proses pengadaan tanah untuk Jalan Tol Kediri-Tulungagung sedang berlangsung secara intensif. Menurut informasi dari Pemkab Kediri, sebagian besar warga di Kecamatan Banyakan telah menerima UGR. Sementara itu, Kecamatan Semen dan Mojo masih dalam tahap sosialisasi dan verifikasi data. “Setelah selesai untuk Kecamatan Banyakan, nantinya akan dilanjutkan untuk Kecamatan Semen dan Mojo,” kata Sukadi, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri.

  1. Proses Pengadaan Tanah yang Berjalan Lancar

    Pengadaan tanah untuk Jalan Tol Kediri-Tulungagung dilakukan dengan prinsip transparan dan adil. Setiap lahan yang terkena dampak akan dinilai oleh tim appraisal independen. Harga yang diberikan tidak pernah di bawah harga pasar. Hal ini dijelaskan oleh Sukadi, yang menegaskan bahwa “harga yang diberikan itu (ganti rugi) tidak mungkin di bawah harga pasar.”

  2. Warga Kecamatan Semen Akan Menerima Ganti Rugi pada 5 Januari 2025

    Salah satu titik penting dalam proses pengadaan tanah adalah kecamatan Semen. Menurut rencana, warga yang terdampak di wilayah ini akan menerima UGR pada 5 Januari 2025. Proses ini dilakukan setelah melalui berbagai tahapan seperti sosialisasi, verifikasi, dan musyawarah. “Untuk desa-desa di Kecamatan Semen, kami akan memastikan bahwa semua pemilik lahan mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sukadi.

  3. Dukungan dari Pihak Swasta dan Pemerintah

    Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga didukung oleh sektor swasta. Salah satu contohnya adalah PT Gudang Garam Tbk yang memberikan tambahan modal sebesar Rp 1,5 triliun kepada anak usahanya, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT), guna mendukung proyek ini. Direktur PT Gudang Garam Tbk, Istata T. Siddharta menjelaskan bahwa penambahan modal tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

  4. Manfaat Ekonomi dan Infrastruktur

    Jalan Tol Kediri-Tulungagung diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa keberadaan jalan tol ini akan meningkatkan aksesibilitas dan mengubah lanskap ekonomi wilayah. “Dalam 10 tahun ke depan, orang akan lebih senang terbang ke Kediri daripada ke Surabaya karena waktu tempuhnya hanya satu jam,” katanya.

  5. Kesiapan Infrastruktur untuk Bandara Dhoho

    Jalan Tol Kediri-Tulungagung juga merupakan bagian dari akses tol Bandara Dhoho Kediri. Pembangunan akses ini resmi diresmikan oleh Menteri Koordinator Marves pada Oktober 2024. “Akses tol ini akan semakin memudahkan akses bagi pengguna bandara dan masyarakat,” tutup Istata Taswin Siddharta, Presiden Direktur PT Surya Dhoho Investama.

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung terus dikebut agar selesai tepat waktu. Dengan penyelesaian pengadaan tanah yang berjalan lancar, pembangunan konstruksi bisa segera dimulai. Warga yang terdampak, termasuk di Kecamatan Semen, akan menerima ganti rugi sesuai ketentuan hukum. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan kemudahan transportasi bagi masyarakat sekitar.

TolKediriTulungagung #PembangunanInfrastruktur #GantiRugiWarga #JalanTolJawaTimur #ProgramStrategisNasional

Pos terkait