— Terungkap alasan Diego Mauricio hengkang dari Persebaya Surabaya di tengah persiapan putaran kedua Super League 2025/2026. Bomber asal Brasil itu kalah pamor setelah Persebaya Surabaya mendatangkan Bruno Paraiba yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan tim era Bernardo Tavares.
Kabar perpisahan Diego Mauricio mencuat pada Rabu (14/1/2026) dan langsung menyita perhatian Bonek.
Isyarat kepergian sang striker muncul lewat unggahan media fanbase Persebaya, @emosijiwakucom, yang menulis, “Terima kasih @di_mauricio_ Semoga sukses di klub mu yang baru ???? Obrigado ????.”
Unggahan singkat tersebut menegaskan Diego Mauricio tidak lagi masuk dalam rencana Persebaya Surabaya. Keputusan ini sekaligus mengakhiri kiprah singkat sang penyerang di putaran pertama Super League 2025/2026.
Diego Mauricio bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 22 Agustus 2025 dengan ekspektasi besar sebagai ujung tombak baru.
Penyerang kelahiran Rio de Janeiro itu datang dengan status pemain berpengalaman dan nilai pasar mencapai Rp 3,91 miliar.
Namun, realita di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Diego Mauricio kesulitan menembus skuad utama dan hanya tampil dalam tujuh pertandingan sepanjang putaran pertama.
Dari tujuh laga tersebut, Diego Mauricio hanya mencatatkan 253 menit bermain. Kontribusinya pun minim dengan nol gol dan nol assist meski berposisi sebagai striker utama.
Secara statistik, Diego Mauricio mencatatkan expected goals sebesar 0,94 dengan total empat tembakan. Dari jumlah itu, hanya satu tembakan yang mengarah ke gawang dengan akurasi tembakan 25 persen.
Dalam aspek permainan tim, Diego Mauricio mencatatkan akurasi umpan 82 persen dari 37 percobaan. Ia juga hanya mampu menciptakan satu umpan kunci dan tiga umpan terobosan sepanjang putaran pertama.
Minimnya kontribusi ofensif membuat posisi Diego Mauricio semakin tertekan. Situasi ini kian sulit ketika Bernardo Tavares mulai menata ulang komposisi tim jelang putaran kedua.
Puncaknya terjadi saat Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Bruno Paraiba pada 10 Januari 2026. Kehadiran pemain asal Brasil itu langsung mengubah peta persaingan di lini depan Green Force.
Bruno Paraiba dinilai memiliki paket komplet yang dibutuhkan Persebaya Surabaya saat ini. Selain bisa berperan sebagai striker, pemain berusia 31 tahun itu juga piawai bermain sebagai gelandang tengah.
Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah besar di mata Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal menyukai pemain serbabisa yang mampu mengisi lebih dari satu peran di lapangan.
Secara fisik, Bruno Paraiba juga unggul dengan tinggi badan 1,89 meter. Postur tersebut memberi keuntungan dalam duel udara maupun permainan bertahan saat dibutuhkan.
Pengalaman Bruno Paraiba di level profesional pun jauh lebih matang. Sepanjang kariernya, ia telah mencatatkan 195 pertandingan dengan total 10.901 menit bermain.
Dari jumlah laga tersebut, Bruno Paraiba mengoleksi 40 gol dan 12 assist. Catatan ini menunjukkan kontribusi konsisten meski tak selalu bermain sebagai striker murni.
Dibandingkan Diego Mauricio yang nihil gol bersama Persebaya Surabaya, statistik Bruno Paraiba jelas lebih meyakinkan. Inilah yang membuat pamor Diego Mauricio semakin meredup di mata tim pelatih.
Nilai pasar Bruno Paraiba yang berada di angka Rp 3,04 miliar juga terbilang efisien. Dengan harga lebih rendah, Persebaya Surabaya mendapatkan pemain dengan fungsi ganda dan pengalaman panjang.
Kondisi ini membuat keputusan melepas Diego Mauricio terasa logis. Persebaya Surabaya memilih efisiensi skuad dan efektivitas peran demi bersaing di putaran kedua Super League 2025/2026.
Bernardo Tavares pun tidak ingin mengulang masalah di lini depan. Ia membutuhkan pemain yang tidak hanya tajam, tetapi juga aktif dalam membangun permainan.
Diego Mauricio sebenarnya sempat diplot sebagai striker utama di awal musim. Namun, adaptasi yang lambat dan minimnya menit bermain membuat performanya sulit berkembang.
Situasi ini akhirnya mendorong manajemen dan tim pelatih mengambil keputusan tegas. Melepas Diego Mauricio menjadi jalan terbaik bagi kedua belah pihak.
Bagi Diego Mauricio, hengkang dari Persebaya Surabaya memberi peluang memulai kembali kariernya. Usia 34 tahun masih memungkinkan dirinya mencari klub yang sesuai dengan gaya bermainnya.
Sementara itu, Persebaya Surabaya kini menatap putaran kedua dengan optimisme baru. Bruno Paraiba diproyeksikan menjadi sosok kunci dalam upaya memperbaiki produktivitas gol.
Persaingan di Super League 2025/2026 yang semakin ketat menuntut keputusan cepat dan tepat. Persebaya Surabaya memilih bergerak lebih awal demi menjaga peluang bersaing di papan atas.
Terungkapnya alasan Diego Mauricio hengkang dari Persebaya Surabaya menegaskan dinamika keras sepak bola profesional. Ketika pamor kalah bersaing, keputusan berpisah menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.
