, SLAWI –Bagi masyarakat yang ingin berwisata dengan suasana asri di kelilingi hamparan pohon pinus menjulang tinggi, udara sejuk dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan termasuk suara bising kendaraan, Rumah Angsa bisa menjadi rekomendasi dan tujuan yang patut dicoba.
Ketika sampai di lokasi, hal pertama yang akan ditemui adalah hamparan pohon pinus dan udara yang sangat sejuk.
Suasana akan semakin syahdu dan terasa sangat asri ketika kabut mulai turun menyelimuti kawasan Rumah Angsa.
Berlokasi di tengah-tengah hutan pinus dan jauh dari permukiman warga, membuat suasana di Rumah Angsa cukup hening dan hanya terdengar suara dari alam sekitar.
Sesekali terdengar suara kendaraan yang melintas namun intensitas sangat jarang sehingga suasana tenang sangat terasa.
Rumah Angsa bisa disebut sebagai hidden gem yang sangat cocok untuk membuang penat dari rutinitas sehari-hari ataupun menjadi tempat healing yang pas bersama keluarga, teman ataupun orang tersayang.
Lokasi rumah angsa masih berada di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, tepatnya masuk wilayah Ladang Hutan Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal.
Manager Rumah Angsa Finthihani Yumna Ayuningtyas menjelaskan, hal utama yang menjadi daya tarik Rumah Angsa adalah hamparan pohon pinus yang menjulang, tersedia dua jalur tracking dan bisa juga untuk camping baik menggunakan tenda ataupun glamping termasuk campervan.
Fasilitas yang ada di lokasi juga cukup lengkap, seperti toilet, resto, aula, musala dan tempat parkir yang cukup luas.
Jalur tracking yang ada juga bisa membuat pengunjung menyaksikan pemandangan berlatar Gunung Slamet.
“Bagi yang ingin ke Rumah Angsa ada tiket masuk harga Rp20 ribu per orang. Dengan harga tersebut pengunjung sudah bisa masuk ke kawasan Rumah Angsa menikmati rindangnya pohon pinus, kesejukan udara, tracking ke sungai dan pemandangan view Gunung Slamet. Nantinya juga mendapat air mineral,” jelas Finthihani, pada .
Bagi pengunjung yang ingin camping di Rumah Angsa ada pilihan tenda kapasitas empat orang (Kaluna Tenda), bisa juga menggunakan tenda sendiri nantinya membayar sewa tempat dengan harga Rp40 ribu per tenda.
Pengunjung yang ingin camping tapi tidak membawa tenda sendiri di Rumah Angsa juga menyewakan harga Rp100 ribu per tenda.
Adapun Rumah Angsa buka setiap hari Senin-Minggu, mulai pukul 07.00-22.00 WIB untuk pengunjung umum, sedangkan untuk yang menginap bisa jam berapa saja karena ada petugas yang stanby di lokasi.
“Kelebihan Rumah Angsa bisa dibilang sebagai tempat menepi dari hiruk pikuk perkotaan karena lokasinya yang jauh dari permukiman ataupun wisata Guci. Jaraknya kalau dari Wisata Guci sekitar 15 menit, sedangkan dari Desa Mentik juga sama. Ya bisa disebut hidden gem,” ungkap Finthihani.
Ditemui di lokasi, satu pengunjung dari Desa Guci bernama Wahyuni, terlihat datang bersama suami dan anaknya yang masih balita.
Wahyuni bersama sang anak terlihat sangat antusias dan langsung mengabadikan momen dengan berfoto berlatar hutan pinus.
Sang anak pun terlihat menikmati suasana dan riang karena berlarian terutama di hamparan luas yang berada di tengah-tengah Rumah Angsa.
Memilih ke Rumah Angsa karena selain tergolong dekat dari rumah, juga karena ingin menikmati udara sejuk dan suasana yang tenang.
Dengan tarif tiket masuk Rp20 ribu per orang, sudah mendapat suasana yang menyegarkan dan terpenting anaknya bisa bermain dengan nyaman.
“Sudah beberapa kali ke sini karena kebetulan dekat dari rumah. Jadi ya naik motor bersama anak dan suami. Sukanya di sini suasana tenang, udara sejuk, pohon pinusnya tinggi-tinggi sehingga merasa nyaman dan fresh. Di sini juga ada restonya jadi tidak perlu khawatir atau repot cari makanan dan minuman,” tutur Wahyuni. (dta)
