Tangis Vina dari Cirebon viral di China, jadi korban pengantin pesanan, minta bantuan KDM

Kasus Pengantin Pesanan yang Mengguncang Media Sosial

Sebuah video berdurasi singkat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Video tersebut menampilkan seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon yang sedang dalam kondisi memohon pertolongan karena mengaku menjadi korban praktik ‘pengantin pesanan’ dan kini berada di China.

Video ini salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @teraswarga. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan bernama Fitna mengaku menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia secara langsung memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Perkenalkan, nama saya Fitna, saya dari Cirebon. Saya sedang berada di China saat ini,” ujar dalam video tersebut.

Fitna kemudian menjelaskan bahwa dirinya menjadi korban dugaan praktik pengantin pesanan yang sering dikaitkan dengan skema perdagangan orang berkedok pernikahan. “Dengan adanya video ini, saya ingin memberitahu terkait kondisi saya, bahwa saya telah menjadi korban pengantin pesanan oleh sesama WNI. Di sini juga ada dua kenalan saya. Mereka mengambil dan menahan semua berkas saya, termasuk paspor saya,” ucapnya.

Selain itu, Fitna juga mengungkap bahwa ia mengalami kekerasan fisik jika tidak mengikuti kemauan pihak yang menahannya. “Saya juga sudah mengalami tindakan kekerasan fisik jikalau saya tidak menuruti dan mengikuti kemauan mereka. Dengan itu, saya memohon amat sangat kepada Pak Dedi, tolong bantu saya agar saya bisa kembali ke Tanah Air. Saya ingin kembali ke rumah,” jelas dia.

Ia menambahkan, “Tolong bantu saya, Pak. Terima kasih.”

Sekap dan Dokumen Ditahan

Berdasarkan keterangan tertulis yang beredar, Fitna merupakan warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Dalam narasi yang menyertai video itu disebutkan bahwa korban saat ini diduga disekap di China.

“Vina, warga Desa Gombang Cirebon, menjadi korban pengantin pesanan. Saat ini korban disekap di China dan memohon bantuan dari Gubernur Jabar @dedimulyadi71 untuk bisa membantu memulangkan ke Indonesia,” demikian keterangan yang beredar di media sosial.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya modus pengantin pesanan yang diduga menjadi pintu masuk praktik TPPO lintas negara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun aparat penegak hukum terkait video viral tersebut.

Namun, publik kini menanti respons cepat pemerintah untuk memastikan keselamatan warga Cirebon tersebut dan mengupayakan pemulangannya ke Indonesia.


Pos terkait