TANAH BERGERAK! Lantai Rumah Retak di Lereng Wilis Kecamatan Semen pada 4 Desember 2025

KediriNews.com – Peristiwa tanah bergerak kembali terjadi di wilayah lereng Wilis, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada hari Sabtu, 4 Desember 2025, lantai beberapa rumah warga mengalami retakan akibat pergeseran tanah yang terjadi secara tiba-tiba. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat dan pihak berwajib.

“Saya merasa kaget saat melihat lantai rumah saya retak. Saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini,” ujar salah satu warga, Budi (nama samaran), kepada wartawan KediriNews.com. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Pergerakan tanah ini disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kediri, wilayah Lereng Wilis memang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor. Namun, kondisi ini semakin diperparah oleh intensitas curah hujan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Faktor Penyebab Tanah Bergerak

  1. Curah Hujan Tinggi

    Curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama menjadi penyebab utama pergerakan tanah. Hujan lebat menyebabkan tanah menjadi basah dan mudah bergerak, terutama di daerah dengan kemiringan lereng.

  2. Aktivitas Manusia

    Penggunaan pestisida dan pembukaan lahan yang tidak bijak juga berkontribusi pada penurunan daya tahan tanah. Hal ini membuat tanah lebih rentan terhadap pergeseran ketika terkena air.

  3. Struktur Geologi Wilayah

    Lereng Wilis memiliki struktur geologi yang rentan terhadap longsoran. Tekanan dari tebing dan beban di atasnya dapat memicu pergeseran tanah jika tidak dikelola dengan baik.

Langkah Pencegahan dan Mitigasi

Menanggapi kejadian ini, BPBD Kediri telah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Salah satunya adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang tanda-tanda awal tanah longsor, seperti retakan di permukaan tanah atau perubahan bentuk bangunan.

Selain itu, pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk tidak membangun rumah di daerah rawan longsor dan menjaga lingkungan sekitar agar tidak terganggu oleh aktivitas yang dapat memperburuk kondisi tanah.

Pemantauan dan Evaluasi

Tim BPBD Kediri dan pihak desa setempat telah melakukan pemantauan rutin terhadap area yang terdampak. Mereka juga meminta warga untuk melaporkan segala indikasi pergerakan tanah agar bisa segera ditangani.

“Kami sedang memperkuat sistem pemantauan di daerah-daerah rawan. Kami juga berharap masyarakat lebih waspada dan siap mengungsi jika diperlukan,” ujar Kepala BPBD Kediri, Dian Prasetyo.

Kondisi Terkini

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Beberapa di antaranya bahkan harus kosong sementara karena dinilai berisiko.

Warga yang tinggal di dekat lereng diminta untuk tetap waspada. Jika hujan turun kembali, mereka diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kesimpulan

Peristiwa tanah bergerak di Lereng Wilis, Kecamatan Semen, pada 4 Desember 2025 menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat bahwa daerah-daerah rawan longsor membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Dengan peningkatan curah hujan dan aktivitas manusia yang terus berlangsung, langkah pencegahan dan mitigasi menjadi kunci untuk menghindari bencana yang lebih besar.





TanahBergerak #LerengWilis #BencanaLongsor #KecamatanSemen #KediriNews

Pos terkait