Sungai Brantas Meluap, Warga Bantaran Kecamatan Mojo Mengungsi pada Malam, 5 Desember 2025!

KediriNews.com – Sungai Brantas kembali meluap, mengakibatkan warga bantaran Kecamatan Mojo di Kabupaten Kediri terpaksa mengungsi pada malam hari, 5 Desember 2025. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan debit air sungai yang meningkat drastis dalam beberapa jam terakhir. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat sekitar, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran sungai.

“Kami tidak pernah menyangka banjir akan terjadi begitu cepat. Air langsung masuk ke rumah kami tanpa ada peringatan,” ujar salah satu warga setempat, Siti Aminah, saat ditemui di lokasi pengungsian. “Kami harus segera membawa barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.”

  1. Pemicu Banjir
    Banjir kali ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri selama beberapa jam sebelumnya. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Brantas meningkat secara signifikan. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan mencapai 70 mm/hari, melebihi ambang batas normal untuk daerah tersebut.

  2. Dampak Banjir
    Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Kediri, sejumlah permukiman di Kecamatan Mojo terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50-100 cm. Beberapa rumah warga rusak akibat air yang masuk, serta kerusakan pada infrastruktur seperti jalan dan saluran air.

“Beberapa titik di Kecamatan Mojo mengalami genangan air yang cukup parah. Kami sedang melakukan pemantauan lebih lanjut,” kata Kepala BPBD Kediri, Dedi Supriyadi, kepada wartawan.

  1. Proses Evakuasi
    Warga bantaran Sungai Brantas mulai dievakuasi sejak sore hari. Sebagian besar warga memilih untuk mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti sekolah atau balai desa. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan tenda darurat dan bantuan logistik.

“Kami sudah menyiapkan tenda dan sembako untuk warga yang mengungsi. Semoga kondisi bisa segera pulih,” tambah Dedi.

  1. Langkah Pencegahan
    Meski banjir terjadi tiba-tiba, warga setempat mengaku sudah memiliki persiapan. Mereka biasanya menyimpan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi dan menjaga komunikasi dengan tetangga.

“Kami sudah terbiasa dengan banjir. Tapi tahun ini terasa lebih buruk karena air datang sangat cepat,” ujar Rizal, warga lainnya.

  1. Peran Pemerintah
    Pemerintah daerah dan instansi terkait sedang mempercepat respons tanggap darurat. Tim SAR dan BPBD telah turun ke lapangan untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan darurat. Selain itu, pemerintah juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan jangka panjang, seperti peningkatan kualitas tanggul dan pembuatan sistem drainase yang lebih efektif.

Kesimpulan
Banjir Sungai Brantas yang terjadi pada 5 Desember 2025 menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya mitigasi bencana. Meski warga sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, kondisi yang semakin ekstrem memerlukan upaya serius dari semua pihak untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

SungaiBrantas #BanjirMojo #BencanaAlam #KediriNews #MitigasiBencana

Pos terkait