Sosok Yama Carlos, Aktor yang diteror usai kritik penanganan banjir Sumatra

Ringkasan Berita:

  • Aktor dan kreator konten Yama Carlos mengaku mendapat teror berupa ancaman hingga paket COD bernilai jutaan rupiah usai mengunggah video parodi penanganan banjir Sumatra.
  • Meski tak menyebut pihak tertentu, nomor pribadinya hingga kontak keluarga diduga diretas.
  • Kasus ini mendapat sorotan publik dan kecaman dari Kompolnas terkait ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

 

–Nama aktor sekaligus kreator konten Yama Carlos belakangan menjadi sorotan publik.

Bukan karena film terbarunya, melainkan karena teror yang ia terima setelah mengunggah konten parodi terkait penanganan banjir di Sumatra yang dinilai lamban.

Yama Carlos mengaku menerima berbagai bentuk intimidasi, mulai dari pesan ancaman hingga pengiriman paket dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD) bernilai jutaan rupiah.

Teror tersebut datang tak lama setelah ia mengunggah video parodi di media sosial TikTok.

Meski dalam video itu ia tidak menyebut nama instansi maupun individu tertentu, ancaman tetap berdatangan.

“Beberapa hari yang lalu saya baru saja posting video dan sekarang sudah saya take down. Karena saya posting video itu, saya kena teror,” ujar Yama melalui akun Instagram pribadinya, @yamacarlos7.

Tak hanya dirinya, teror juga menyasar orang-orang di sekitarnya. Nomor WhatsApp ibunya serta sejumlah teman dekatnya diretas oleh pihak tak dikenal.

Pelaku bahkan menghubungi mereka dan meminta agar Yama menghapus konten parodi tersebut.

“Dan bukan hanya saya yang kena teror, tapi teman saya juga kena teror,” ungkapnya.

Teror semakin mengkhawatirkan ketika Yama menerima kiriman paket COD yang menggunakan identitas istrinya, Carina Ivola.

Paket tersebut dikirim dari akun fiktif dengan nominal yang tidak sedikit.

“Saya mendapatkan kiriman barang COD dengan akun fiktif mengatasnamakan istri saya. Saya mohon izin untuk menindaklanjuti ini langsung ke ranah hukum,” tegas Yama.

Profil Singkat Yama Carlos

Yama Carlos memiliki nama lahir Hamba Ramanda. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, dan kini berusia 44 tahun.

Kariernya di dunia hiburan dimulai sebagai model sebelum akhirnya terjun ke dunia akting.

Sejumlah film layar lebar pernah dibintanginya, di antaranya Belahan Jiwa (2005), Ruma Maida (2009), Rectoverso: Cinta yang Tak Terucap (2013), Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (2016), dan Rumah Merah Putih (2019).

Dalam kehidupan pribadi, Yama Carlos tercatat telah tiga kali menikah. Dua pernikahan sebelumnya berakhir dengan perceraian.

Ia menikah dengan Carina Ivola pada 2024, dan dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang putri bernama Ann Khatiany Carila Carlos.

Belakangan, Yama juga dikenal aktif di media sosial, khususnya TikTok, dengan konten yang kerap mengangkat isu sosial dan kritik kebijakan publik melalui pendekatan parodi.

Teror Tak Hanya Dialami Yama Carlos

Aksi intimidasi terhadap Yama Carlos bukanlah kasus tunggal. Sejumlah aktivis dan kreator konten lain juga mengalami hal serupa setelah menyuarakan kritik terhadap penanganan banjir di Sumatra.

Manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, influencer Sherly Annavita Rahmi, serta kreator konten Dony Adam alias DJ Donny, dilaporkan mendapat teror berupa pesan ancaman, kiriman bangkai ayam, hingga pelemparan bom molotov.

Wajah pelaku bahkan sempat terekam kamera CCTV di depan rumah DJ Donny.

Namun hingga kini, pelaku teror belum berhasil diidentifikasi maupun ditangkap aparat kepolisian.

Kompolnas Minta Polisi Bertindak Tegas

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Choirul Anam mengecam keras aksi teror terhadap para aktivis dan kreator konten tersebut.

Menurutnya, intimidasi semacam ini merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat.

“Kita menyayangkan fakta terjadinya teror yang dialami para aktivis maupun influencer. Apapun motivasi dan bentuk terornya, itu merugikan kita semua,” ujar Choirul Anam.

Ia menegaskan bahwa kritik dan ekspresi pendapat merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi dan undang-undang.

“Apa yang mereka lakukan adalah bagian dari hak yang dilindungi oleh konstitusi kita, oleh undang-undang kita, dan oleh prinsip-prinsip hak asasi manusia,” tegasnya.

Kompolnas pun mendesak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus teror tersebut, termasuk mengungkap siapa pelaku dan dalang di balik rangkaian intimidasi yang dialami para kritikus kebijakan publik.

Kasus yang menimpa Yama Carlos kini menjadi cerminan betapa kebebasan berekspresi di ruang digital masih menghadapi tantangan serius.

Publik pun menunggu langkah tegas aparat penegak hukum agar rasa aman dan kebebasan berpendapat tetap terjaga.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Dewi Kartika)

Pos terkait