KediriNews.com – Pada tanggal 10 September 2025, siswa-siswi Sekolah Dasar di Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, mengikuti pelatihan menari Tari Topeng Panji. Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas kebangsaan melalui seni tari tradisional. Pelatihan yang berlangsung di aula sekolah setempat menarik perhatian masyarakat sekitar dan menjadi momen penting dalam memperkenalkan kesenian Jawa Timur kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri. Dengan menari Tari Topeng Panji, mereka akan belajar tentang nilai-nilai luhur seperti persatuan, keberanian, dan kearifan,” ujar Ibu Siti Aminah, salah satu guru yang ikut memandu pelatihan tersebut. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak dan koordinasi tubuh siswa.
Tari Topeng Panji adalah salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki makna mendalam. Dalam cerita Panji, tokoh utama adalah Raden Panji Asmarabangun, seorang pangeran yang dikenal dengan sifatnya yang baik hati dan penuh pengorbanan. Tarian ini sering digunakan dalam pertunjukan kesenian yang menyampaikan pesan moral dan filosofis.
-
Pengenalan Tari Topeng Panji
Pelatihan dimulai dengan penjelasan singkat tentang sejarah dan makna Tari Topeng Panji. Anak-anak diajarkan tentang simbol-simbol yang terkandung dalam gerakan tari, seperti gerakan tangan yang melambangkan rasa hormat dan kepercayaan diri. -
Latihan Gerakan Dasar
Setelah pemahaman dasar, siswa langsung berlatih gerakan dasar tari. Mereka diajarkan cara berjalan dengan anggun, menggerakkan tangan secara alami, serta memasang topeng yang menjadi ciri khas tari ini. -
Pembagian Kelompok dan Praktik
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berlatih bersama. Masing-masing kelompok dipandu oleh guru atau relawan yang sudah terlatih dalam kesenian ini. -
Pementasan Akhir
Di akhir pelatihan, siswa mempresentasikan hasil latihan mereka. Pementasan ini dihadiri oleh orang tua, guru, dan warga sekitar, sehingga memberikan semangat bagi para peserta. -
Evaluasi dan Umpan Balik
Setelah pementasan, dilakukan evaluasi bersama untuk menilai perkembangan dan memberikan masukan agar latihan bisa lebih efektif di masa depan.
Dalam acara ini, para siswa juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang makna tari yang mereka pelajari. Banyak dari mereka yang merasa tertarik dan berharap bisa terus mengikuti pelatihan serupa di masa depan.
“Awalnya saya takut, tapi setelah mencoba, saya justru merasa senang dan bangga bisa menari seperti itu,” kata Rani, salah satu siswa kelas 5 SD Negeri Mojoroto. “Saya ingin belajar lebih banyak lagi.”
Tari Topeng Panji tidak hanya sekadar seni tari, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Melalui tari ini, anak-anak diajarkan untuk menghargai budaya dan menjaga kebersihan jiwa serta pikiran. Selain itu, tari ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kerja sama antar sesama.
Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, penting bagi generasi muda untuk tetap menjaga warisan budaya leluhur. Pelatihan seperti ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan bahwa seni tradisional tetap hidup dan berkembang.
