Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, mengapresiasi perjuangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam laga final turnamen kandang mereka.
Aaron Chia/Soh Wooi Yik sudah sangat dekat dengan gelar juara Malaysia Open 2026.
Pasangan peringkat dua dunia itu mampu memberikan perlawanan sengit terhadap ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Chia/Soh bahkan sempat memetik kemenangan meyakinkan pada gim kedua dengan skor 21-12 lalu bangkit dari ketertinggalan jauh pada gim ketiga.
Namun, keraguan di pengujung laga membuat mereka takluk dengan skor 15-21, 21-12, 18-21 dalam laga final di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (11/1/2026).
Walau hasilnya bukan yang terbaik, Herry IP memberi apresiasi terhadap penampilan Chia/Soh sepanjang turnamen BWF World Tour Super 1000 itu.
Chia/Soh bahkan berhasil mengalahkan momok yang beberapa kali menghentikan laju mereka dalam sebuah turnamen.
Momok itu sama-sama dari Indonesia.
Sabar Karyawan Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mereka singkirkan di perempat final. Di babak empat besar, giliran Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang dipaksa angkat kaki.
Ditambah laga sengit kontra Kim/Seo, para penggemar merasa Chia/Soh hanya kurang beruntung untuk menjuarai Malaysia Open kemarin.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang hadir di arena pun berpendapat demikian seperti yang diungkapkan Herry IP.
“Ini adalah final ideal antara pasangan peringkat 1 dan 2 dunia, pertandingan yang layak,” kata Herry dilansir dariNew Straits Times.
“Perdana Menteri juga mengatakan ‘sikit lagi’ (sedikit lagi).”
“Mereka memaksimalkan usaha mereka. Banyak penonton mengatakan bahwa meskipun mereka kalah, selisihnya sangat tipis.”
“Sejak menjadi juara Asia Badminton tahun lalu, Aaron/Wooi Yik hampir kembali ke performa terbaik mereka. Namun, mereka tidak cukup beruntung untuk menjadi juara di Malaysia.”
Herry IP tetap menyimpan catatannya. Dia mengaku belum puas dengan kekuatan ganda putra Malaysia secara keseluruhan.
Sejak kedatangan Herry pada Februari lalu, ganda putra di pelatnasnya Malaysia sejatinya subur dengan 9 gelar juara di ajang BWF World Tour dan Kejuaraan Asia.
Selain Chia/Soh, prestasi juga diukir Man Wei Chong/Kai Wun Tee, Junaidi Arif/Roy King Yap, dan Kang Khai Xing/Aaron Tai.
Namun, Herry masih melihat jarak yang jauh antara Chia/Soh dan para pelapisnya.
Di Malaysia Open kemarin Man Wei Chong/Tee Kai Wun (rank 5) dan Junaidi Arif/Roy King Yap (rank 17) sama-sama tersingkir di perempat final.
Sedangkan Choong Hon Jian/Muhammad Haikal Nazri (rank 33) terhenti di babak pertama.
“Seharusnya tidak selalu hanya Aaron/Wooi Yik,” kata Herry IP.
“Saya ingin Wei Chong/Kai Wun, Arif/Roy King, atau Hon Jian/Haikal mencapai setidaknya semifinal, atau bahkan lebih baik lagi, final.”
“Sehingga beban tidak selalu ada di pundak Aaron-Wooi Yik,” kata Herry.
“Mereka perlu saling mendukung agar beban menjadi lebih ringan. Secara keseluruhan, ganda putra, selain Aaron/Wooi Yik, perlu meningkatkan performa mereka.”
Hal selaras disampaikan Direktur Pelatihan Ganda BAM, Rexy Mainaky, yang mengakui adanya kesenjangan besar antara Chia/Soh dan pasangan lainnya.
Menurutnya, banyaknya wakil Malaysia belum jaminan kuat untuk bisa menjadi juara dalam sebuah turnamen.
“Kita tidak bisa hanya mengatakan ‘kita punya banyak pasangan’, karena kita belum seperti China,” kata Rexy.
“Kita punya banyak pasangan, tapi kesenjangan antara Aaron/Wooi Yik dan pasangan lain di bawah mereka tidak dekat,” ucap Rexy Mainaky.
