KediriNews.com – Ribuan peserta memadati Stadion Liga Sepak Bola (SLG) di Kecamatan Ngasem pada hari Sabtu, 20 September 2025, untuk mengikuti lomba lari marathon yang digelar dengan antusiasme tinggi. Acara ini menjadi salah satu peristiwa olahraga terbesar tahun ini di wilayah Jawa Timur, menarik partisipan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Acara ini merupakan wujud komitmen kami dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga,” ujar Ketua Panitia Acara, Budi Santoso, kepada media setempat. “Kami juga ingin memperkenalkan potensi wisata dan budaya Ngasem melalui ajang ini.”
Lomba lari marathon kali ini memiliki jarak 42,195 kilometer, sesuai standar maraton internasional. Rute yang dilalui melintasi jalur-jalur utama di Kecamatan Ngasem, termasuk area persawahan, kawasan perkotaan, dan jalur alam terbuka. Peserta diberi kesempatan untuk merasakan keindahan alam dan keramahan penduduk lokal selama perjalanan.
Pengalaman Berharga bagi Peserta
Peserta lomba lari marathon tidak hanya menjalani tantangan fisik, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Salah satu peserta, Dian Suryadi, mengaku sangat terkesan dengan suasana yang ramai dan semangat para pelari.
“Saya ikut lari marathon ini karena ingin membuktikan diri bahwa saya bisa menyelesaikan jarak yang cukup panjang. Selain itu, saya juga ingin berkontribusi dalam mempromosikan olahraga di lingkungan saya sendiri,” ujarnya.
Dian mengatakan, rute yang disediakan sangat menantang namun tetap aman. “Jalannya cukup datar, tetapi ada beberapa bagian yang agak curam. Kami juga diberi fasilitas lengkap seperti air minum, pemeriksaan kesehatan, dan tim medis yang siaga.”
Peran Komunitas Olahraga Lokal
Selain peserta dari luar daerah, acara ini juga didukung oleh komunitas olahraga lokal. Banyak relawan dari masyarakat Ngasem turut serta dalam menyambut dan mendukung para peserta. Mereka memberikan dukungan moral dan bantuan teknis seperti penyediaan air minum dan perlengkapan pertolongan pertama.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari acara ini. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan betapa kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat,” kata Ibu Siti, salah satu relawan dari Desa Ngasem.
Komunitas olahraga lokal juga menggelar berbagai aktivitas pendukung, seperti pameran produk lokal, pertunjukan seni, dan penjualan makanan khas daerah. Hal ini membuat acara tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai wadah promosi ekonomi dan budaya.
Tantangan dan Keberhasilan
Meski dihadapkan pada cuaca yang cukup panas, para peserta tetap menunjukkan semangat luar biasa. Panitia mencatat jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan lomba mencapai 85 persen, dengan waktu tercepat dicatatkan oleh Atlet Nasional, Rizky Pratama, yang menyelesaikan lomba dalam waktu 2 jam 30 menit.
“Kami sangat senang dengan hasil yang dicapai. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya olahraga dan kesehatan,” tambah Budi Santoso.
Pihak panitia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat setempat. “Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tidak akan bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Masa Depan Olahraga di Ngasem
Acara lomba lari marathon ini diharapkan menjadi awal dari inisiatif-inisiatif serupa di masa depan. Pihak panitia berencana untuk menggelar acara serupa setiap tahun, dengan peningkatan kualitas dan cakupan peserta.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, terutama lari marathon. Selain itu, kami juga ingin membangun kolaborasi dengan komunitas olahraga lain di Indonesia,” ujar Budi Santoso.
Dengan antusiasme yang besar dan kontribusi positif dari berbagai pihak, lomba lari marathon di SLG Kecamatan Ngasem menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi jembatan yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan dunia bisnis.
