, YOGYA – Krisis pemain membayangi PSIM Yogyakarta menjelang pertandingan melawan Semen Padang FC pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026.
Sejumlah pemain masih dibekap cedera sehingga tak bisa diturunkan saat laga digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026).
PSIM dipastikan tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya. Sedikitnya empat pemain masih menjalani pemulihan cedera, yakni Harlan Suardi, Anton Fase, Yusaku Yamadera, serta rekrutan anyar Donny Warmerdam.
Nama terakhir bahkan belum sekali pun menjalani debut bersama Laskar Mataram akibat cedera pergelangan kaki.
Situasi PSIM kian terbatas setelah striker asal Brasil Rafael de Sa Rodriguez atau Rafinha resmi dilepas dan bergabung dengan PSIS Semarang.
Kondisi ini membuat opsi di lini depan semakin minim menjelang laga penting tersebut.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, mengakui kondisi tim tidak ideal.
Namun, ia menegaskan bahwa situasi tersebut menjadi momentum bagi pemain yang selama ini belum banyak mendapatkan kesempatan bermain.
“Saya tentu tidak beruntung dengan kondisi beberapa pemain yang mengalami cedera. Namun di sisi lain, saya sudah menyampaikan kepada tim bahwa setelah kemenangan, para pemain yang belum menjadi starter harus selalu siap ketika tim membutuhkan mereka,” ujar Jean Paul van Gastel.
Menurut pelatih asal Belanda itu, respons pemain sejauh ini sesuai dengan harapan tim pelatih. Ia menilai mayoritas pemain menunjukkan sikap profesional selama masa persiapan.
“Sebagian besar pemain melakukan apa yang saya minta. Karena itu, saya tidak mengharapkan performa negatif dari siapa pun. Seperti yang sudah saya katakan, setelah kami menang, mayoritas pemain berlatih dengan sangat baik dan menunjukkan sikap yang sangat positif,” katanya.
Dari sisi pemain, Rio Hardiawan menilai persiapan tim berjalan sesuai rencana meski PSIM menghadapi keterbatasan komposisi pemain.
“Saya rasa persiapan untuk pertandingan besok sangat penting bagi kami. Saat ini kami semua sudah siap. Semoga besok kami bisa mendapatkan hasil yang baik,” ujar Rio.
Jean Paul juga menjelaskan pertimbangannya dalam menentukan komposisi pemain, termasuk terkait kondisi Andy Setyo yang sempat absen panjang akibat cedera.
“Mengenai Andy, sayangnya dia mengalami cedera cukup lama pada musim sebelumnya, sehingga membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya. Setelah bekerja keras, sekarang dia sudah kembali. Saya memberinya beberapa menit bermain agar dia kembali merasakan ritme sebagai pemain. Namun untuk saat ini, saya memilih (Rendra) Teddy,” kata Jean Paul.
Ia menegaskan Andy tetap masuk dalam rencana tim dan diminta untuk bersabar menunggu kesempatan bermain.
“Karena itu, Andy harus tetap bersabar dan siap menunggu kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan, Jean Paul menilai performa PSIM sejauh ini masih terjaga.
Ia menyebut tim belum mengalami kekalahan dengan kombinasi pemain yang ada, meski beberapa duet masih membutuhkan waktu untuk mencapai kekompakan maksimal.
“Sejauh ini semuanya baik-baik saja karena kami belum mengalami kekalahan. Tentu saja kombinasi Saku–Franco sudah lebih terbiasa bermain bersama dibandingkan Teddy–Franco. Namun semakin lama Saku mengalami cedera, Teddy atau Andy akan semakin sering bermain, sehingga mereka juga akan semakin terbiasa satu sama lain,” kata Jean Paul.
Ia menambahkan setiap pemain harus siap memanfaatkan peluang yang muncul dalam situasi seperti ini.
“Mereka akan berkembang lebih cepat. Jadi, setiap pemain harus siap dan sabar menunggu kesempatan yang diberikan,” ujarnya.
Menatap laga kontra Semen Padang FC, PSIM juga telah melakukan analisis terhadap calon lawan. Jean Paul menilai kekuatan Semen Padang tidak bertumpu pada satu atau dua pemain saja.
“Kemarin kami juga sudah melakukan analisis terhadap Semen Padang. Saya rasa semua pemain Semen Padang harus diwaspadai, bukan hanya satu atau dua pemain saja, karena ini adalah sebuah tim,” kata Jean Paul.
Pertandingan melawan Semen Padang menjadi ujian penting bagi PSIM Yogyakarta untuk menjaga konsistensi hasil sekaligus menguji kedalaman skuad di tengah krisis pemain yang masih membayangi.
Sekadar informasi, saat ini PSIM berada di peringkat 6 BRI Super League, sementara Kabau Sirah terpaut jauh di peringkat 15. (Han)
