KediriNews.com – Malam minggu yang seharusnya menjadi momen bersuka cita berubah menjadi duka bagi empat pemuda di Kecamatan Plemahan. Pesta minuman keras (Miras) oplosan yang digelar pada malam hari mengakibatkan empat orang harus dilarikan ke Rumah Sakit HVA (Hospitals of Vision and Action) dalam kondisi kritis. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 6 Desember 2025, dan menimbulkan kekhawatiran terhadap maraknya konsumsi miras ilegal di wilayah tersebut.
“Beberapa dari mereka mengalami gejala keracunan parah setelah meminum campuran miras oplosan yang diduga bercampur bahan kimia berbahaya,” ujar salah satu saksi mata yang enggan disebut namanya. Menurut informasi yang dihimpun, pesta miras itu berlangsung di sebuah rumah kosong yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda.
- Latar Belakang Kejadian
Pesta miras oplosan ini dilakukan oleh empat pemuda berusia antara 18 hingga 25 tahun. Mereka diketahui berasal dari berbagai lingkungan di Kecamatan Plemahan. Saat kejadian, mereka mengonsumsi minuman keras yang dicampur dengan bahan-bahan tak jelas. Setelah meminumnya, beberapa dari mereka langsung merasa mual dan tidak sadarkan diri.
- Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Dalam waktu singkat, para pemuda tersebut dibawa ke Rumah Sakit HVA untuk mendapatkan pertolongan medis. Dokter yang menangani menyatakan bahwa kondisi mereka sangat memprihatinkan. “Banyak dari mereka mengalami gangguan pernapasan dan keracunan organ dalam. Kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata dr. Rina, dokter umum di RS HVA.
Salah satu korban, Andi (nama samaran), mengatakan bahwa mereka hanya ingin mencoba sesuatu yang baru. “Kami tidak tahu kalau minuman itu berbahaya. Kami hanya ikut-ikutan teman,” ujarnya.
- Tindakan Polisi dan Penyelidikan
Setelah kejadian ini, pihak kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan. Petugas menemukan sejumlah botol kosong dan alat-alat yang digunakan untuk membuat miras oplosan. “Kami sedang mencari tahu siapa yang menyediakan minuman tersebut,” ujar Kapolsek Plemahan, AKP Budi Santoso.
- Kekhawatiran tentang Maraknya Miras Ilegal
Kepala Desa Plemahan, Suryadi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini. “Ini bukan pertama kalinya kami mendengar adanya pesta miras ilegal di wilayah kami. Kami berharap pihak berwajib bisa lebih aktif dalam mengawasi dan memberantas peredaran miras oplosan,” katanya.
Selain itu, warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari kejadian ini. “Anak-anak muda kita semakin mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif seperti ini. Kami butuh sosialisasi yang lebih masif,” tambahnya.
- Langkah Preventif yang Diperlukan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, banyak pihak menyarankan adanya program edukasi tentang bahaya minuman keras dan penggunaan bahan-bahan berbahaya. Selain itu, peningkatan pengawasan terhadap warung-warung kecil yang menjual miras tanpa izin juga diperlukan.
“Kami akan memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas kesehatan agar bisa mengantisipasi peredaran miras ilegal,” ujar Camat Plemahan, Teguh Wibowo.
Kesimpulan
Peristiwa pesta miras oplosan yang menewaskan empat pemuda di Kecamatan Plemahan menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat. Bahaya miras ilegal tidak bisa dianggap remeh. Diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk menanggulangi masalah ini secara efektif.
