KediriNews.com – Sebuah fenomena baru mulai menarik perhatian warga di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Pada 14 Desember 2025, sejumlah penjual jagung bakar dadakan muncul di jalan protokol yang menjadi jalur utama kecamatan tersebut. Fenomena ini memicu berbagai respons dari masyarakat, baik positif maupun negatif.
Penjual jagung bakar ini terlihat berdiri di sepanjang jalan protokol, menjajakan produknya dengan cara yang cukup sederhana. Mereka menggunakan gerobak kecil atau meja plastik untuk menyajikan jagung bakar yang sudah matang. Meski tidak memiliki tempat tetap, mereka berhasil menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang lewat.
“Awalnya saya kira hanya sekadar penjual keliling biasa. Tapi setelah melihat banyak orang yang membeli, saya jadi tertarik juga,” ujar salah satu warga, Siti Aminah, saat ditemui di lokasi.
Berikut beberapa hal yang membuat penjual jagung bakar dadakan ini menarik perhatian:
- Keberagaman rasa: Beberapa penjual menawarkan jagung bakar dengan bumbu berbeda, seperti pedas, manis, dan asin.
- Harga terjangkau: Harganya relatif murah, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per batang.
- Kemudahan akses: Lokasi jalan protokol membuat para penjual mudah diakses oleh siapa saja.
Meskipun demikian, ada juga yang mengkhawatirkan dampak dari fenomena ini. “Saya khawatir akan menimbulkan kemacetan lalu lintas jika semakin banyak penjual seperti ini,” ujar Andi, seorang pengusaha lokal di Kecamatan Pare.
[IMAGE: Penjual jagung bakar dadakan di jalan protokol Kecamatan Pare]
Selain itu, beberapa warga juga mempertanyakan kualitas dan kebersihan produk yang ditawarkan. “Saya pernah membeli jagung bakar di sini, tapi rasanya kurang enak dan terasa seperti dipaksa,” tambah Rina, seorang ibu rumah tangga.
Namun, tak sedikit pula yang merasa senang dengan adanya penjual jagung bakar dadakan ini. “Ini bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang ingin mencoba jagung bakar tanpa harus pergi ke tempat yang jauh,” ujar Dian, seorang pelajar di Kecamatan Pare.
Pihak kecamatan Pare sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai fenomena ini. Namun, beberapa petugas dinas perhubungan telah melakukan survei lapangan untuk mengetahui lebih lanjut tentang aktivitas penjual jagung bakar dadakan ini.
“Kami akan terus memantau situasi ini dan berharap dapat menyelesaikan masalah secara baik dan bijaksana,” kata salah satu petugas dinas perhubungan kepada KediriNews.com.
Dengan berkembangnya fenomena ini, diharapkan pihak terkait dapat segera memberikan solusi yang tepat agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
