KediriNews.com – Pengrajin terompet di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, kini tengah bersiap menghadapi lonjakan pesanan yang luar biasa. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan permainan tradisional, para pengrajin mulai memproduksi secara massal terompet berbagai jenis, termasuk terompet bong dan terompet sambel, sejak 15 Desember 2025. Hal ini menjadi angin segar bagi para pengrajin lokal yang selama ini bergantung pada musim tertentu untuk menjual produk mereka.
“Saya sudah menyiapkan stok terompet hingga 500 kodi. Ini adalah jumlah terbanyak dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Siti, salah satu pengrajin terompet yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Ia menjelaskan bahwa produksi terompet biasanya dilakukan hanya saat momen liburan Natal dan Tahun Baru. Namun, tahun ini ada peningkatan signifikan dalam jumlah pesanan.
-
Proses Produksi yang Berbeda
Pengrajin terompet di Kecamatan Gampengrejo tidak hanya membuat terompet secara manual, tetapi juga menggunakan metode yang lebih efisien. Mereka mempergunakan bahan-bahan seperti kertas duplek, kertas voil, dan bong sebagai alat tiup. Proses pembuatan terompet dilakukan secara rapih dan apik, sehingga hasilnya bisa dipasarkan ke berbagai daerah. -
Permintaan yang Tinggi
Menurut Siti, permintaan terompet meningkat tajam karena banyak orang kembali menggemari permainan tradisional. “Banyak warung-warung kecil yang memesan terompet untuk dijual selama liburan. Bahkan, beberapa toko online juga mulai memesan,” tambahnya. -
Harga yang Kompetitif
Terompet yang diproduksi oleh pengrajin di Kecamatan Gampengrejo dijual dengan harga Rp 3 ribu per buah. Namun, untuk pembelian dalam jumlah besar, harga bisa ditawarkan lebih murah. “Biasanya kami jual per kodi dengan harga antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu,” jelas Siti. -
Dampak Ekonomi
Peningkatan produksi terompet ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian para pengrajin. “Dulu pendapatan saya bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Tahun ini, meskipun jumlah pesanan sedikit turun, pendapatan tetap cukup lumayan,” tambah Siti. -
Masa Depan Terompet Tradisional
Dengan adanya produksi massal yang dimulai pada 15 Desember 2025, terompet tradisional kembali mendapatkan perhatian dari masyarakat. Para pengrajin berharap, dengan dukungan pasar yang baik, mereka bisa terus berkembang dan menjaga keberlanjutan usaha ini.
Sementara itu, banyak pengrajin lain di wilayah tersebut juga mulai merancang strategi baru untuk meningkatkan penjualan. Beberapa di antaranya bahkan mulai memproduksi terompet dengan desain yang lebih modern dan menarik, agar dapat menarik minat anak-anak dan remaja.
Menurut informasi dari sumber lokal, pihak desa dan kecamatan juga mulai memberikan dukungan kepada para pengrajin terompet. Diharapkan, dengan adanya pelatihan dan bantuan teknis, pengrajin bisa lebih mandiri dan memiliki akses yang lebih luas ke pasar.
Kesimpulan
Produksi massal terompet di Kecamatan Gampengrejo pada 15 Desember 2025 menunjukkan bahwa industri kerajinan tradisional masih memiliki potensi yang besar. Dengan inovasi dan dukungan dari berbagai pihak, pengrajin terompet bisa tetap bertahan dan berkembang di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif.
