KediriNews.com – Pada tanggal 8 Desember 2025, sebuah kejadian pencurian mangga podang terjadi di kebun milik warga di Kecamatan Banyakan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi pemilik kebun, serta menjadi perhatian masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi pencurian ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengambil buah mangga dari kebun yang tidak memiliki pengawasan ketat.
Menurut laporan saksi mata, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari, saat kebun sedang dalam kondisi kosong. Pelaku diduga menggunakan alat seperti keranjang atau tas untuk membawa hasil curian. Mereka juga memanfaatkan kegelapan untuk menghindari penangkapan. “Saya melihat ada orang mencuri mangga di kebun Pak Suryo, tapi saya tidak bisa langsung menghentikan mereka karena takut,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Selain itu, beberapa petani lokal mengeluhkan bahwa kejadian serupa sering terjadi setiap musim mangga. Hal ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, terutama bagi petani kecil yang bergantung pada hasil panen. “Setiap kali musim mangga tiba, kita selalu khawatir akan kehilangan hasil tanaman. Ini sangat mengganggu kesejahteraan kami,” kata Pak Suryo, salah satu pemilik kebun yang terkena dampak pencurian.
Dalam rangka mengatasi masalah ini, pihak desa dan polisi setempat telah melakukan langkah-langkah preventif. Salah satunya adalah meningkatkan patroli di area kebun dan memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, beberapa warga juga mulai memasang kamera pengawas dan pagar untuk mencegah aksi pencurian.
- Peningkatan keamanan lingkungan: Dengan adanya patroli rutin dan pemasangan kamera pengawas, kebun dapat lebih aman dari tindakan pencurian.
- Edukasi masyarakat: Memberikan pemahaman kepada warga tentang konsekuensi hukum dari tindakan pencurian.
- Pembinaan komunitas: Melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pencurian mangga podang di Kecamatan Banyakan menjadi contoh nyata betapa pentingnya keamanan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga aset bersama. Dengan kolaborasi antara pihak desa, polisi, dan warga, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan kebun-kebun yang ada dapat tetap aman dan produktif.
