Pencurian Burung Murai Batu di Kecamatan Pare: Kasus yang Menghebohkan Pada 4 Desember 2025

KediriNews.com – Kejadian mencuri burung murai batu yang menjadi juara di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membuat heboh warga setempat. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 4 Desember 2025, saat seorang pemilik burung kehilangan hewan peliharaannya yang sangat berharga dan memiliki nilai kompetisi tinggi. Dalam laporan awal, polisi menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan.

“Kami menerima laporan dari korban yang mengaku kehilangan burung murai batu kesayangannya,” kata Kepala Polsek Pare, AKP Suryadi, seperti dikutip dari Jurnal Nasional (12/12/2025). “Saat ini kami sedang memeriksa saksi-saksi dan melihat rekaman CCTV untuk mengetahui identitas pelaku.”

Dari informasi yang diperoleh, burung murai batu yang hilang adalah salah satu pemenang lomba burung berkicau di wilayah tersebut. Korban, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa ia sangat kaget ketika menemukan sangkarnya kosong dan burungnya telah raib tanpa jejak. “Saya sudah merawatnya selama beberapa tahun dan ia sering tampil di lomba-lomba besar. Ini sangat menyakitkan,” katanya.

Penyebab dan Motif Pencurian

Menurut pengakuan korban, pencurian terjadi pada siang hari, saat dirinya sedang berada di luar rumah. Pelaku diduga menggunakan kendaraan bermotor untuk melakukan aksinya, lalu langsung kabur setelah mengambil burung tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian, kemungkinan besar motif pencurian ini adalah untuk dijual kembali di pasar gelap atau digunakan sebagai peserta lomba.

“Banyak orang yang memburu burung-burung langka seperti murai batu karena nilainya sangat tinggi,” ujar seorang ahli burung berkicau, Budi Santoso. “Mereka bisa menjualnya dengan harga jutaan rupiah, tergantung kondisi dan prestasinya.”

Langkah Penyelidikan oleh Pihak Berwajib

Polisi telah meminta bantuan warga untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Kami berharap masyarakat dapat membantu dengan memberikan informasi yang relevan,” tambah AKP Suryadi.

Beberapa petugas juga telah melakukan patroli di lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada kejadian serupa terulang. Warga setempat mulai waspada dan lebih hati-hati dalam menyimpan burung peliharaan mereka.

Kekhawatiran atas Keamanan Lingkungan

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pecinta burung berkicau di Kecamatan Pare. Mereka khawatir kejadian serupa akan terulang, terutama jika tidak ada tindakan preventif yang dilakukan.

“Saya harap pihak berwajib bisa segera menangkap pelaku dan memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan ilegal,” ujar seorang anggota komunitas burung, Rizal.

Rekomendasi untuk Warga

Untuk mencegah terjadinya pencurian, para ahli merekomendasikan agar warga lebih waspada dengan menyimpan burung peliharaan di dalam rumah, terutama saat sedang bepergian. Selain itu, pasang kamera CCTV di area yang rawan dan ajak tetangga untuk saling mengingatkan.

“Kita harus bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tutur seorang tokoh masyarakat, Ibu Siti.

Kesimpulan

Kejadian pencurian burung murai batu di Kecamatan Pare pada 4 Desember 2025 menjadi peringatan bagi semua pecinta burung berkicau untuk lebih waspada. Tidak hanya itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya kehadiran pihak berwajib dalam mengatasi tindakan kriminal yang semakin marak. Semoga cepat terungkap dan pelaku segera ditangkap.

PencurianBurung #MuraiBatuDihilangkan #KecamatanPare #LombaBurung #KeamananLingkungan

Pos terkait