PATUNG DEWI SRI Ditemukan Petani di Kecamatan Kras pada 10 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 10 Desember 2025, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Kecamatan Kras, Jawa Timur. Seorang petani setempat menemukan patung Dewi Sri yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Penemuan ini langsung menjadi sorotan masyarakat dan para ahli sejarah, karena menggambarkan kembali kekayaan budaya dan religiusitas masyarakat Jawa.

Sejak pertama kali ditemukan, patung tersebut telah menjadi objek perhatian besar. Menurut informasi yang didapat dari sumber lokal, patung Dewi Sri ditemukan di dekat area persawahan milik petani bernama Budi Santoso. “Saya sedang membersihkan lahan saat tiba-tiba melihat sesuatu yang tidak biasa. Setelah saya bersihkan, ternyata itu adalah patung,” kata Budi dalam wawancara dengan media lokal.

Patung Dewi Sri memiliki bentuk yang sangat detail, dengan posisi tangan yang terlihat memegang padi dan air suci. Hal ini sangat sesuai dengan simbol-simbol yang sering dikaitkan dengan Dewi Sri sebagai dewi kesuburan dan keberuntungan. Menurut cerita masyarakat setempat, patung ini diperkirakan berasal dari masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa.

Sejarah dan Makna Dewi Sri

Dewi Sri merupakan sosok penting dalam mitos dan ritual masyarakat Jawa, khususnya di daerah pedesaan. Ia dianggap sebagai dewi kesuburan yang melindungi hasil panen para petani. Dalam mitos, Dewi Sri sering dikaitkan dengan kisah Sri Sedana, yang merupakan saudara perempuan Batara Wisnu. Kisah ini menyampaikan pesan tentang pentingnya kesabaran dan kepercayaan terhadap alam.

“Penemuan patung ini memberikan bukti bahwa masyarakat Jawa kuno memiliki kepercayaan yang kuat terhadap Dewi Sri. Ini juga menunjukkan bahwa ritual-ritual yang dilakukan hingga kini masih memiliki akar sejarah yang dalam,” ujar Dr. Rina Wulandari, seorang ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang.

Pengelolaan dan Keamanan Patung

Setelah penemuan ini, pihak desa dan instansi terkait segera mengambil langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan kelestarian patung tersebut. “Kami akan memastikan bahwa patung ini aman dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang,” ujar Kepala Desa Kras, Suryo.

Selain itu, pihak desa juga sedang merencanakan pembuatan museum mini di sekitar lokasi penemuan. Tujuannya adalah untuk memamerkan patung serta artefak lain yang berkaitan dengan sejarah wilayah ini. Rencana ini mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan lembaga budaya.

Masyarakat dan Tradisi

Penemuan patung Dewi Sri juga memicu kembali tradisi-tradisi lama yang selama ini mulai dilupakan. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka kembali melakukan ritual tertentu di sekitar lokasi penemuan. “Ini seperti mengingatkan kita akan kepercayaan dan nilai-nilai leluhur kita,” kata salah satu tokoh masyarakat, Mulyono.

Ritual yang dilakukan umumnya melibatkan sesajen dan doa-doa untuk memohon keberkahan dari Dewi Sri. Meski tidak semua orang percaya, tetapi bagi sebagian besar masyarakat, hal ini menjadi bagian dari identitas budaya mereka.

Harapan Masa Depan

Penemuan patung Dewi Sri di Kecamatan Kras diharapkan menjadi awal dari upaya lebih besar dalam melestarikan warisan budaya. “Kita harus belajar dari masa lalu agar bisa membangun masa depan yang lebih baik,” tambah Dr. Rina Wulandari.

Dengan adanya penemuan ini, diharapkan semakin banyak orang yang peduli terhadap sejarah dan budaya Indonesia. Selain itu, penemuan ini juga bisa menjadi daya tarik wisata baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

[IMAGE: Patung Dewi Sri yang ditemukan di Kecamatan Kras]

DewiSri #SejarahJawa #KecamatanKras #WarisanBudaya #PenemuanArkeologi

Pos terkait