Badan sering kesetrum meski tidak ada aliran listrik yang tersambung ke tubuh kita adalah pengalaman yang sering dialami oleh banyak orang. Terutama saat bersentuhan dengan orang lain, seseorang bisa merasakan sensasi seperti tersengat listrik. Hal ini mungkin terdengar aneh, namun ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup sederhana.
Listrik statis adalah penyebab utama dari sensasi kesetrum tanpa adanya aliran listrik. Listrik statis terjadi karena akumulasi muatan listrik pada permukaan suatu objek. Ketika dua objek bergesekan, elektron dapat berpindah dari satu objek ke objek lainnya, menciptakan ketidakseimbangan muatan listrik. Misalnya, menggosokkan kaki pada karpet atau mengenakan pakaian dari bahan tertentu akan menyebabkan tubuh mengumpulkan muatan listrik. Saat menyentuh orang lain atau benda netral, muatan tersebut akan berpindah, sehingga menimbulkan sensasi kejutan kecil.
Beberapa faktor dapat memicu terjadinya sensasi kesetrum tanpa aliran listrik. Pertama, menggunakan sepatu dengan sol karet. Sol karet cenderung lebih mudah menghantarkan listrik statis, sehingga membuat badan nyetrum. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya memilih sepatu dengan sol dari kulit. Kedua, berjalan sambil menyeret kaki juga bisa memicu terbentuknya listrik statis. Gesekan antara kaki dan lantai menyebabkan elektron berpindah, sehingga tubuh menjadi bermuatan negatif dan menimbulkan sensasi kesetrum saat bersentuhan.
Kulit kering juga menjadi salah satu penyebab umum. Kulit yang kering lebih mudah melepaskan elektron, sehingga tubuh menjadi kelebihan muatan positif. Saat menyentuh orang lain yang memiliki muatan negatif, sensasi kesetrum akan terasa. Selain itu, pakaian dari bahan wol, polyester, atau sutra juga rentan menciptakan ketidakseimbangan muatan. Bahan-bahan ini cenderung menyerap dan melepaskan elektron dengan mudah, sehingga meningkatkan risiko terkena listrik statis.
Udara dingin dan kering juga berkontribusi terhadap terbentuknya listrik statis. Di tempat terbuka yang dingin atau ruangan ber-AC, atom dalam tubuh cenderung kehilangan keseimbangan jumlah proton dan elektron. Sebaliknya, udara yang hangat atau lembap dapat membantu menjaga keseimbangan muatan. Selain itu, duduk di atas kursi plastik dalam waktu lama juga bisa memicu listrik statis. Gesekan antara pakaian dan permukaan plastik menyebabkan atom dalam tubuh kelebihan proton, sehingga meningkatkan risiko terkena sensasi kesetrum.
Untuk mengurangi risiko terkena listrik statis, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan. Pertama, gunakan pakaian dari bahan katun yang lebih netral dan tidak mudah menyerap muatan. Kedua, hindari berjalan sambil menyeret kaki, terutama di lantai berbahan sintetis. Selain itu, pastikan untuk menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap agar tidak kering. Jika sedang berada di ruangan ber-AC, gunakan alas kaki yang dapat mengurangi risiko listrik statis.
Dalam kehidupan sehari-hari, sensasi kesetrum tanpa aliran listrik sering kali dianggap sebagai hal biasa. Namun, penting untuk memahami bahwa hal ini disebabkan oleh listrik statis yang terbentuk akibat interaksi antara benda dan tubuh manusia. Dengan mengetahui penyebab dan cara mencegahnya, kita dapat mengurangi risiko terkena sensasi yang tidak nyaman ini.
