MALL BARU DEKAT BANDARA DI KECAMATAN TAROKAN: Dampak Pada Harga Tanah pada 11 Desember 2025

KediriNews.com – Isu pembangunan mall baru di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya di Kecamatan Tarokan, telah memicu lonjakan harga tanah di kawasan tersebut. Informasi ini muncul seiring dengan rencana pengembangan kawasan hunian dan komersial yang dicanangkan oleh Asthara Group, sebuah perusahaan properti terkemuka yang didirikan oleh keluarga Fangiono. Proyek ini dijadwalkan diluncurkan pada Mei 2025, namun dampak ekonomi sudah terasa sejak awal tahun 2025.

Sejumlah sumber lokal mengungkapkan bahwa harga tanah di Kecamatan Tarokan meningkat drastis sejak isu pembangunan mall baru mulai beredar. “Harga tanah yang biasanya sekitar Rp10 juta per meter persegi kini naik hingga Rp30 juta,” ujar salah satu pemilik lahan di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa spekulasi pasar sudah mulai merangkak masuk ke wilayah tersebut, meski belum ada kepastian resmi dari pihak pengembang.

Pengembangan kawasan ini diharapkan akan menjadi proyek besar yang tidak hanya mengubah wajah wilayah Kecamatan Tarokan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar. Asthara Group, yang selama ini dikenal sebagai pengembang properti kelas atas, berencana membangun Asthara Skyfront City, sebuah kawasan kota mandiri yang dirancang menjadi ikon baru di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini akan mencakup area hunian, pusat bisnis, dan fasilitas umum yang modern.

Pembangunan kawasan kota mandiri di sekitar bandara

CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, menjelaskan bahwa kawasan ini akan dibangun di atas lahan seluas 1.100 hektare. Proyek tersebut mengusung konsep kota modern berwawasan lingkungan, yang ramah bagi generasi masa kini maupun masa depan. “Kami berharap Asthara Skyfront City bisa menjadi motor penggerak pembangunan wilayah serta membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Namun, kekhawatiran terhadap spekulasi tanah masih menjadi isu utama. Seperti yang pernah terjadi saat rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, peningkatan harga tanah sering kali diikuti oleh tindakan spekulan yang tidak bertanggung jawab. Di Kecamatan Tarokan, beberapa warga khawatir bahwa mereka akan terpinggirkan jika tidak segera mengambil langkah untuk melindungi aset mereka.

Menanggapi hal ini, Camat Tarokan, Arifin, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu spekulatif. “Kita harus memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil benar-benar berdampak positif bagi masyarakat, bukan hanya untuk para spekulan,” katanya.

Selain itu, pemerintah setempat juga sedang mempertimbangkan regulasi yang lebih ketat untuk mengendalikan spekulasi tanah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi gejolak ekonomi yang tidak diinginkan akibat lonjakan harga tanah yang tidak terkendali.

Dalam konteks yang lebih luas, pembangunan mall baru di dekat bandara tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga akan meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat. Dengan adanya mall yang strategis, masyarakat akan lebih mudah mengakses fasilitas hiburan, belanja, dan layanan lainnya.

Meskipun demikian, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk tetap bersiap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam proses pembangunan. Dari pengalaman sebelumnya, seperti di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, peningkatan harga tanah sering kali diikuti oleh ketidakstabilan sosial dan ekonomi jika tidak dikelola dengan baik.

Secara keseluruhan, isu pembangunan mall baru di Kecamatan Tarokan menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Namun, perlu adanya koordinasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat agar semua pihak dapat merasakan manfaat dari proyek ini secara adil dan berkelanjutan.

MallBaru #BandaraSoekarnoHatta #Tarokan #PembangunanEkonomi #HargaTanahNaik

Pos terkait