Mahasiswa Mojoroto Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Singkong pada 10 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 10 Desember 2025, mahasiswa Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, berhasil menciptakan inovasi teknologi pangan yang menarik perhatian masyarakat. Mereka berhasil mengembangkan plastik ramah lingkungan berbasis singkong, sebuah terobosan yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi polusi plastik konvensional.

“Ini adalah langkah penting dalam upaya kami untuk menjawab tantangan lingkungan dengan inovasi lokal,” ujar salah satu anggota tim peneliti, Rizky Adi Prasetyo. “Kami memilih singkong karena bahan ini mudah ditemukan dan memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku alternatif.”

Inovasi ini dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Negeri Malang (UMM) dan para petani setempat. Proses pengolahan singkong menjadi plastik biodegradable menggunakan teknologi sederhana namun efisien, sehingga bisa diakses oleh masyarakat kecil.

Teknologi yang Digunakan

Proses pembuatan plastik dari singkong melibatkan beberapa tahapan teknis. Pertama, singkong diolah menjadi pati melalui proses fermentasi alami. Pati tersebut kemudian dicampur dengan bahan-bahan alami seperti minyak kelapa dan asam sitrat untuk meningkatkan daya tahan dan fleksibilitas produk.

“Kami menggunakan metode yang tidak memerlukan mesin mahal,” tambah Dian Suryadi, anggota tim lainnya. “Ini membuat teknologi ini cocok untuk diterapkan di daerah pedesaan.”

Tahap selanjutnya adalah pencetakan plastik. Bahan campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan khusus dan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari. Hasilnya adalah plastik yang cepat terurai di alam bebas dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Inovasi ini memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat. Petani singkong di Mojoroto kini memiliki pasar baru untuk hasil panen mereka, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi.

“Sebelumnya, hasil panen singkong hanya dijual segar atau digunakan sebagai bahan pangan harian. Sekarang, mereka bisa menjual pati singkong kepada kami untuk diolah menjadi plastik,” jelas Rizky.

Dari sisi lingkungan, plastik biodegradable ini diharapkan mampu mengurangi limbah plastik yang selama ini menjadi masalah utama di wilayah Kediri. Produk ini juga lebih aman untuk bumi karena tidak menghasilkan mikroplastik saat terurai.

Keterlibatan Komunitas

Inovasi ini tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga didukung oleh komunitas lokal. Para petani setempat ikut serta dalam pelatihan dan pengujian teknologi, sehingga mereka bisa memahami proses produksi dan manfaatnya.

“Kami senang bisa berkontribusi dalam inovasi ini,” ujar Ibu Siti, seorang petani singkong di Mojoroto. “Kami berharap bisa memperluas produksi dan menjual produk ini ke luar daerah.”

Tantangan dan Harapan

Meskipun inovasi ini menunjukkan potensi besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah konsistensi kualitas produk. Proses produksi yang masih sederhana perlu disempurnakan agar bisa memenuhi standar industri.

Selain itu, perlu adanya dukungan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk memperluas skala produksi dan memperkenalkan produk ini ke pasar yang lebih luas.

“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat lainnya untuk terus berkarya dalam bidang teknologi pangan,” ujar Rizky.

Kesimpulan

Inovasi teknologi pangan dari mahasiswa Mojoroto bukan hanya sekadar eksperimen akademik, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi. Dengan bahan baku lokal dan teknologi sederhana, mereka membuktikan bahwa solusi ramah lingkungan bisa datang dari mana saja.

Harapan besar diarahkan agar inovasi ini bisa terus dikembangkan dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Dengan kolaborasi yang baik, teknologi pangan dari singkong bisa menjadi bagian dari solusi global untuk masalah sampah plastik.

InovasiPangan #PlastikRamahLingkungan #MahasiswaMojoroto #TeknologiSingkong #Sustainability

Pos terkait