LUPIS! Ketan Segitiga Gula Merah di Kecamatan Kota pada 15 Mei 2025!

KediriNews.com – Di tengah kekayaan budaya dan kuliner yang khas Indonesia, makanan tradisional seperti lupis masih menjadi daya tarik bagi banyak orang. Lupis, yang terdiri dari ketan segitiga yang dibungkus daun pisang dan disiram dengan gula merah kental, menjadi salah satu hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga penuh makna. Pada 15 Mei 2025, masyarakat Kecamatan Kota akan menyaksikan perayaan spesial yang menampilkan lupis sebagai pusat perhatian.

Lupis ketan segitiga khas Jogja adalah penganan tradisional dari beras ketan yang dibungkus daun pisang, diberi parutan kelapa, lalu disiram gula merah kental atau kinca yang manis legit. Filosofi lupis ketan melambangkan kelekatan dan eratnya persaudaraan, sejalan dengan tekstur lupis yang lengket—menjadi simbol hubungan harmonis antar manusia. Dalam konteks perayaan ini, lupis menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Sejarah dan Makna Lupis

Lupis memiliki akar sejarah yang dalam, terutama di wilayah Jawa. Menurut buku “Filosofi dan Histori Budaya dan Makanan Tradisional Nusantara” oleh Dr Saeful Kurniawan, M Pd I, lupis khas Jogja identik berwarna hijau. Biasanya beras ketan yang dimasak diberi tambahan pewarna makanan atau daun pandan agar mendapatkan warna hijau yang tampilannya menarik. Bentuk lupis ini adalah segitiga yang biasanya didapat dari proses pembungkusan dengan menggunakan daun pisang. Setelah matang, lopis diberi baluran parutan kelapa di bagian luarnya. Baru setelah itu akan diguyur dengan gula merah cair yang memiliki cita rasa manis dan legit.

Dalam masyarakat Jawa, lupis sering dikaitkan dengan nilai-nilai kekeluargaan dan persaudaraan. Tekstur lengket yang ada pada lupis diyakini mewakili eratnya persaudaraan. Inilah yang membuat lupis tak hanya nikmat, tapi sarat akan makna. Di acara perayaan pada 15 Mei 2025, masyarakat Kecamatan Kota akan menghidupkan kembali tradisi ini dengan cara yang modern namun tetap menjaga esensi budaya.

Cara Membuat Lupis Khas Jogja

Meskipun di antara kamu ingin mencicipi lupis ketan segitiga langsung di Jogja, tapi ternyata ada resepnya untuk memudahkan kamu membuatnya sendiri di rumah. Berikut beberapa resep yang bisa dicoba:

  1. Resep Lupis Ketan Putih
  2. Bahan-bahan: 500 gr beras ketan kualitas terbaik, 1 gr garam, secukupnya daun pisang, secukupnya parutan kelapa setengah tua.
  3. Bahan-bahan Kinca: 100 gr gula merah (sisir), 50 gr gula pasir, 100 ml air.
  4. Cara membuat: Rendam beras ketan di dalam air bersih yang telah diberi 1 sdt kapur sirih. Rendam selama 4 jam dan biarkan selama proses perendaman. Kalau sudah, angkat dan cuci ketan beberapa kali. Setelah itu, beri ketan garam. Aduk-aduk sampai rata. Kemudian siapkan daun pisang dan bagi ketan sesuai selera. Bungkus berbentuk segitiga kecil. Sematkan lidi agar tidak mudah keluar. Lakukan sampai adonan habis. Rebus ketan tadi di dalam air mendidih selama 1-2 jam sampai matang. Sambil menunggu ketan matang, saatnya membuat kinca. Campurkan gula merah, gula pasir, dan air. Masak sampai mendidih dan mengental. Angkat dan biarkan sampai dingin. Setelah ketan matang, beri bauran dengan kelapa tadi. Tata di atas piring saji, lalu siram menggunakan kinca. Lupis ketan segitiga siap disantap.

(Sumber: buku “280 Resep Kue & Jajanan Khas Indonesia” oleh Lilly T Erwin)

  1. Resep Lupis Ketan Hitam
  2. Bahan-bahan: 500 gr beras ketan hitam, 1 sdt garam, secukupnya daun pisang, secukupnya kelapa setengah tua (kupas kulit dan parut kasar).
  3. Bahan-bahan Kinca: 100 gr gula merah (sisir), 50 gr gula pasir, 100 ml air.
  4. Cara membuat: Rendam terlebih dahulu ketan hitam di dalam air yang sudah diberi kapur sirih. Rendam selama 4 jam, lalu cuci sampai bersih dan tiriskan. Tambahkan garam ke dalamnya, aduk-aduk rata. Siapkan daun pisang dan bagi ketan menjadi 10 bagian. Bungkus berbentuk segitiga kecil dan sematkan lidi. Rebus ketan ke dalam air yang mendidih selama 2 jam. Angkat dan tiriskan. Selagi menunggu ketan dingin, buat kinca. Caranya dengan mencampurkan gula merah, gula pasir, dan air. Masak sampai matang dan mengental. Angkat dan biarkan sampai dingin. Sajikan dengan diberi taburan kelapa parut di sekitarnya. Tuangkan kinca di atasnya. Lupis ketan hitam siap dihidangkan.

(Sumber: buku “Kue Mini Gluten Free Dari Beras Ketan” oleh Lily T Erwin)

Perayaan Lupis di Kecamatan Kota

Pada 15 Mei 2025, masyarakat Kecamatan Kota akan menggelar acara khusus yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal melalui penyajian lupis. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai komunitas lokal, pengusaha kuliner, dan para pecinta makanan tradisional. Tidak hanya sekadar menikmati lupis, acara ini juga akan dilengkapi dengan pertunjukan seni, workshop pembuatan lupis, dan pameran budaya.

Makna Perayaan

Perayaan lupis ini tidak hanya sekadar acara sosial, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya yang penting. Dalam era globalisasi, banyak tradisi yang mulai terlupakan. Oleh karena itu, perayaan seperti ini menjadi wadah untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi wisata kuliner yang bisa menarik minat wisatawan lokal maupun internasional.

Kesimpulan

Lupis ketan segitiga gula merah tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol keharmonisan dan persaudaraan. Dengan perayaan yang digelar di Kecamatan Kota pada 15 Mei 2025, masyarakat akan kembali menghidupkan tradisi yang kaya akan makna. Melalui acara ini, kita diingatkan bahwa budaya lokal harus dijaga dan dilestarikan, agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Lupis #KetanSegitiga #GulaMerah #KecamatanKota #PerayaanTradisional #WisataKuliner #BudayaNusantara #MakananTradisional #KulinerJawa #KediriNews

Pos terkait