KediriNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Lomba Kampung Bersih Bangkit Maju Sejahtera tahun 2025. Salah satu acara utama dalam lomba ini adalah pameran hias gapura dan taman di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Kota, yang akan digelar pada 15 Agustus 2025. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat gotong-royong serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih.
“Lomba ini merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kembali budaya gotong-royong serta meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” ujar Mansyur Sulaiman, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi. “Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.”
Tujuan dan Mekanisme Lomba
Lomba Kampung Bersih ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk mengajak masyarakat mengubah pola pikir tentang pengelolaan sampah. Setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan minimal dua peserta—masing-masing dari kategori perumahan dan pemukiman atau pedesaan. Surat usulan kandidat harus dikirim ke DLH paling lambat tanggal 1 Agustus 2025.
Penilaian lomba akan dilakukan mulai 6–12 Agustus 2025, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 15 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-75. Aspek penilaian meliputi kebersihan dan pengelolaannya, penerapan ekonomi sirkular, keindahan dan keasrian lingkungan, partisipasi gotong-royong, serta keamanan lingkungan sekitar masyarakat.
Kriteria Penilaian dan Hadiah
Selain itu, DLH telah menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang lomba. Juara umum tingkat kabupaten akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 11 juta dan satu unit gerobak motor. Hadiah gerobak motor juga diberikan kepada juara umum masing-masing kategori perumahan dan pemukiman.
“Kami ingin aspek-aspek ini benar-benar hadir di masyarakat, tidak sekadar tampil saat penilaian, tapi menjadi budaya,” tambah Mansyur. Ia menegaskan bahwa lomba ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga langkah nyata menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan
Mansyur Sulaiman juga mengajak masyarakat untuk beralih dari pola “kumpul, angkut, buang” menuju budaya memilah sampah dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Dari dulu kebanyakan buang sampah dicampur, dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang. Kami ingin masyarakat sekarang mulai memilah. Tidak semua harus berakhir di TPA,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik gerakan dari bawah untuk mengatasi persoalan sampah tanpa menunggu intervensi dari pemerintah. “Kalau masyarakat mulai dari rumahnya, dari lingkungannya, masalah sampah bisa diselesaikan tanpa harus nunggu diangkut dulu. Ini soal tanggung jawab dan kesadaran bersama,” tuturnya.
Kesiapan Kecamatan Kota
Di Kecamatan Kota, persiapan untuk Lomba Kampung Bersih telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Warga setempat sedang aktif melakukan pembersihan lingkungan, menata taman, serta menghias gapura dengan dekorasi yang menarik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap lingkungan tempat tinggal.
“Kami sangat antusias mengikuti lomba ini. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kecamatan Kota bisa menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” kata salah satu warga yang ikut berpartisipasi.
Informasi dan Pendaftaran
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti lomba, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi DLH Kabupaten Bekasi @dlhkabupatenbekasi. Selain itu, warga juga bisa menghubungi pihak kecamatan untuk mendapatkan panduan lengkap mengenai prosedur pendaftaran dan ketentuan lomba.
Lomba Kampung Bersih 2025 di Kecamatan Kota adalah bagian dari semarak perayaan hari besar nasional, sekaligus menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.
