KediriNews.com – Pada tanggal 8 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, akan dihebohkan oleh kehadiran kue pancong lumer dengan topping keju melimpah. Jajanan tradisional yang biasanya dikenal dengan tekstur renyah dan lembut ini kini hadir dalam versi modern yang semakin menggugah selera.
“Kue pancong lumer dengan topping keju adalah inovasi terbaru dari para pelaku usaha lokal di Gurah. Kami ingin menawarkan sesuatu yang baru namun tetap mempertahankan rasa tradisional,” ujar Ibu Siti, salah satu penjual kue pancong di pasar tradisional setempat.
Kue pancong, yang biasanya dibuat dari campuran tepung beras dan kelapa parut, kini dilengkapi dengan topping keju yang melimpah. Tekstur keju yang leleh dan gurih memberikan sensasi rasa yang berbeda dari kue pancong biasa. Dengan adonan yang lembut dan topping yang kaya, kue ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mencoba sesuatu yang baru.
- Bahan-bahan yang digunakan
- Tepung beras
- Kelapa parut
- Garam
- Gula pasir
- Santan
-
Keju cheddar parut
-
Proses pembuatan
- Campurkan tepung beras, kelapa parut, garam, dan gula pasir.
- Tambahkan santan sedikit demi sedikit hingga adonan membentuk konsistensi yang ideal.
- Tuang adonan ke dalam cetakan pancong dan panggang hingga matang.
-
Setelah matang, taburi keju parut di atasnya sebelum disajikan.
-
Keunikan rasa
- Kombinasi antara rasa manis dari gula dan gurih dari keju menciptakan rasa yang sangat istimewa.
- Tekstur adonan yang lembut dan crispy di bagian luar membuat kue ini semakin nikmat.
Kehadiran kue pancong lumer dengan topping keju ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal. Masyarakat Kecamatan Gurah berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencoba jajanan khas daerah.
“Kami berharap kue pancong lumer ini bisa menjadi salah satu ikon kuliner di Gurah. Ini juga menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan budaya kuliner tradisional,” tambah Ibu Siti.
Selain itu, kehadiran kue pancong lumer ini juga memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM setempat. Banyak pengusaha kecil yang mulai mengembangkan produk mereka dengan inovasi-inovasi baru seperti ini.
“Dengan adanya kue pancong lumer, kami memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian konsumen. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal,” ujar beberapa pengusaha lainnya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk mengembangkan inovasi kuliner mereka sendiri. Dengan demikian, budaya kuliner Indonesia dapat terus berkembang dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.
