KediriNews.com – Di tengah perayaan budaya yang kian marak di berbagai daerah, sebuah acara unik kembali memperkenalkan kekayaan sejarah dan tradisi melalui perjalanan yang penuh makna. Pada hari Minggu, 7 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Pare akan menggelar Parade Keliling Kecamatan Pare dengan tema “Mengenang Masa Lalu”, yang menampilkan komunitas onthel sebagai simbol perjalanan masa lalu yang kini kembali dihidupkan.
Parade ini bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai tradisional yang masih hidup dalam masyarakat. Dengan menggunakan sepeda onthel, peserta berkeliling kota sambil membawa busana jadul, menciptakan suasana yang penuh kesan dan mengundang rasa ingin tahu dari para pengunjung.
“Parade ini adalah cara kita untuk mengingatkan masyarakat bahwa masa lalu memiliki nilai yang tak ternilai,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat. “Dengan mengajak generasi muda ikut serta, kami harap mereka bisa merasakan betapa pentingnya menjaga warisan budaya.”
- Sejarah dan Makna Parade Onthel
Parade Keliling Kecamatan Pare tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi representasi dari sejarah panjang masyarakat setempat. Sepeda onthel, yang dulu digunakan sebagai alat transportasi utama, kini kembali menjadi simbol kebanggaan. Peserta parade menggunakan sepeda yang telah dipelihara dengan baik, beberapa bahkan diwariskan dari generasi ke generasi.
Busana yang dikenakan oleh peserta juga sangat istimewa. Banyak yang memakai pakaian tradisional seperti jas safari, kebaya, atau seragam pejuang, mencerminkan kekayaan budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Pare tidak hanya memperingati masa lalu, tetapi juga ingin melestarikan nilai-nilai tersebut.
- Rute dan Kegiatan Pendukung
Rute parade dirancang sedemikian rupa agar peserta dan penonton dapat menikmati pemandangan kota yang indah sambil merasakan nuansa klasik. Mulai dari pusat kota hingga ke tempat-tempat bersejarah, setiap titik memiliki cerita tersendiri yang ingin disampaikan.
Selain parade, acara ini juga dilengkapi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti tarian Minang, musik saluang, dan permainan rabab. Kuliner khas kota juga disajikan, memberikan sensasi rasa yang autentik bagi para pengunjung.
- Dampak Ekonomi dan Sosial
Parade Keliling Kecamatan Pare tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga ekonomi. Para pedagang kecil, pengrajin, dan pemilik usaha kuliner turut merasakan manfaat dari acara ini. Penyelenggara menyatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga omzet penjualan meningkat secara signifikan.
Wakil Wali Kota Pare, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun citra kota sebagai destinasi wisata yang unik dan berbasis budaya.
- Pentingnya Pelestarian Budaya
Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, acara seperti Parade Keliling Kecamatan Pare menjadi bukti bahwa masyarakat masih peduli terhadap warisan budaya. Dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai tradisional tidak hilang begitu saja.
Komunitas onthel juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan acara ini. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak utama dalam mempromosikan budaya lokal. Dengan semangat dan dedikasi, mereka berhasil membuktikan bahwa budaya bisa hidup meski dalam dunia yang semakin modern.
- Harapan Masa Depan
Para penyelenggara dan peserta berharap acara ini dapat berlangsung setiap tahun, menjadi bagian dari agenda rutin kota. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Parade Keliling Kecamatan Pare diharapkan mampu menjadi contoh sukses dalam pengembangan pariwisata budaya.
“Kami ingin acara ini menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda, bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan,” kata salah satu anggota komunitas onthel. “Dengan mengenal sejarah, mereka akan lebih menghargai apa yang dimiliki saat ini.”
